Normalisasi Kali Bekasi, BBWSCC Akan Bebaskan Lahan

Normalisasi Kali Bekasi, BBWSCC Akan Bebaskan Lahan
Kali Bekasi yang akan dinormalisasi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane tahun 2021 mendatang. ( Foto: Antara / Pradita Kurniawan Syah )
/ YUD Kamis, 16 Januari 2020 | 17:53 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) mulai melakukan pembebasan lahan untuk menormalisasi Kali Bekasi. Rencananya proyek nasional tersebut akan dimulai pada 2021 mendatang.

"Tahun ini kami lakukan pengadaan alat dan pembebasan lahan. Tahun depan proyek tersebut akan dimulai. Namun secara sporadis sudah dilakukan di titik-titik tertentu," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Bambang Hidayah, Kamis (16/1/2020).

Menurut Bambang normalisasi Kali Bekasi akan dilakukan mulai dari pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas hingga mengarah ke Bendung Bekasi dengan panjang kurang lebih dua kilometer.

"Namun bisa saja lokasi normalisasi diubah dengan menarik sedikit ke Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas," ungkapnya.

Mengenai usulan Komunitas Peduli Sungai Ciliwung Cisadane (KP2C) soal pembangunan pintu air pihaknya akan membahas terlebih dahulu terutama mengenai sisi fungsionalitas dan perencanaannya.

Selain itu rencana pembangunan Waduk Narogong yang berfungsi meminimalisasi banjir di wilayah Kota Bekasi juga akan dilakukan. Waduk tersebut pun akan difungsikan sebagai tempat penampungan sumber air baku Kota Bekasi dan sebagian Kabupaten Bogor.

"BBWS akan menghimpun masukan khususnya terkait dengan lokasi pembangunan waduk tersebut," kata dia.

Ketua KP2C Puarman mengatakan empat rekomendasi dari KP2C sudah pernah diajukan ke pemerintah pusat sejak tahun lalu. Rekomendasi tersebut merupakan hasil pengamatan sejak 2006 silam.

"Rekomendasi yang disorongkan KP2C dalam rangka pencegahan luapan Sungai Cileungsi maupun Kali Bekasi. Ini adalah muara dari pengamatan kami yang cukup lama (sejak tahun 2006) tentang "perilaku" kedua sungai tersebut. Termasuk Sungai Cikeas," kata Puarman.

Empat rekomendasi itu adalah normalisasi sungai Cileungsi, pembangunan tanggul permanen, pembangunan pintu pengendali air, dan pembangunan waduk di hulu Sungai Cileungsi.

Dengan upaya tersebut KP2C meyakini potensi banjir di kawasan bantaran Sungai Cileungsi, Cikeas, maupun Kali Bekasi dapat diminimalisir.

"Besar harapan kami, empat rekomendasi KP2C ini menjadi pertimbangan Bapak Presiden dan dapat segera diwujudkan. Untuk itu warga berharap pak Joko Widodo bisa melihat langsung kondisi di perumahan PGP (Pondok Gede Permai) dan VNI (Villa Nusa Indah)," kata dia.



Sumber: ANTARA