Gubernur Anies Bicara Langkah Nyata Keselamatan Kerja

Gubernur Anies Bicara Langkah Nyata Keselamatan Kerja
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pencanangan Bulan K3 di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020) ( Foto: Beritasatu.com / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / DAS Jumat, 17 Januari 2020 | 12:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal mewujudnyatakan wacana. Saat menjadi inspektur upacara Pencanganan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi DKI 2020 , Jumat (17/1/2020), Anies meminta pencanangan Bulan K3 di Jakarta jangan hanya menjadi seremonial saja melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan kerja.

“Ini adalah pencanangan bulan K3, tapi jangan jadi seremonial. Pencanangannya memang upacara tetapi kesadarannya itu harus diwujudkan dalam langkah-langkah nyata di tempat kerja, juga di antara rumah dan tempat kerja,” kata Anies Baswedan saat
memimpin upacara di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Agar K3 dapat tercipta di lingkungan kerja, semua risiko kecelakaan kerja harus diantisipasi bersama, baik oleh pekerja maupun pengusaha dan pemerintah. Semua risiko kecelakaan kerja bisa terindentifikasi dan dicegah.

“Saya garis bawahi, apa pun yang dikerjakan dalam proyek apa pun, dalam kegiatan apa pun, keselamatan dan kesehatan adalah prioritas utama,” ujar Anies Baswedan.

Menurutnya, keselamatan kerja tidak akan bisa diganti oleh santunan sebesar apa pun. Ketika ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, maka yang dirugikan adalah keluarganya.

"Begitu banyak keluarga melepas anggotanya untuk bekerja, berharap semua berjalan lancar, tapi begitu ceroboh, tidak memikirkan keselamatan, maka yang terjadi justru penderitaan tanpa batas. Santunan sebesar apa pun, disampaikan sesopan apa pun, tidak akan menghilangkan penderitaan akibat kecelakaan kerja. Apalagi bila sampai kehilangan nyawa,” tuturnya.

Dalam upacara tersebut, Anies Baswedan membacakan arahan Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah. Dia menyebut, kecelakaan kerja masih rawan terjadi di Indonesia.

Terlihat dari data, penduduk bekerja 126, 51 juta. Jumlah tersebut 57,5 persen adalah lulusan SD dan SMP. Hal itu berpotensi terhadap rendahnya kesadaran perilaku selamat dalam bekerja.

Meski ada penurunan, angka kecelakaan kerja masih di atas seratus ribu per tahun. Hal ini menjadi perhatian pemerintah.

"Pada tahun 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja dan sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 130.923 kasus. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26,40 persen,” papar Anies Baswedan.

Diungkapkannya, kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan. Namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com