BPBD DKI: Teknologi DWS di Jakarta Hibah dari Jepang

BPBD DKI: Teknologi DWS di Jakarta Hibah dari Jepang
Ilustrasi banjir. ( Foto: Antara / Raisan Al Farisi )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 17 Januari 2020 | 16:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo mengatakan, teknologi Disaster Warning System (DWS) yang telah diterapkan 14 kelurahan sebagai sistem peringatan dini (early warning system/EWS) merupakan hibah dari pemerintah Jepang di tahun 2019.

BPBD DKI Antisipasi Banjir Susulan

"Awal sistem ini merupakan hibah dari negara Jepang,” kata Subejo kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Karena merupakan hibah dari Jepang, maka DWS ini sudah diterapkan negara Sakura sebagai sistem peringatan dini bagi bencana yang akan terjadi, mulai dari banjir, tsunami, gempa hingga tanah longsor. "Negara yang menggunakan sistem ini adalah Jepang,” ujar Subejo.

Berdasarkan penulusaran Beritasatu.com, teknologi yang diterapkan di Jepang bernama J-alert yang merupakan sistem peringatan nasional di Jepang dan diluncurkan sejak Februari 2007.

Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi kepada publik terhadap berbagai ancaman bencana yang akan terjadi, sehingga dapat mempercepat waktu evakuasi dan membantu koordinasi respon darurat.

J-Alert merupakan sistem berbasis satelit yang memungkinkan pihak berwenang dengan cepat menyiarkan informasi ke media lokal dan langsung ke warga melalui sistem pengeras suara nasional, televisi, radio, email dan siaran selular.

DKI Siap Siaga Antisipasi Banjir Kiriman

Teknologi ini membutuhkan waktu satu detik untuk menyiarkan informasi ancaman bencana ke pejabat yang berwenang. Membutuhkan waktu sekitar empat hingga 20 detik untuk menyampaikan pesan kepada warga.

Teknologi ini sudah diperbarui pada 2019, yang dapat memproses informasi dalam waktu dua detik dibandingkan teknologi lama yang memakan waktu 20 detik.

Kecepatan dan ketepatan informasi ancaman bencana sampai ke masyarakat dinilai tepat diterapkan di Jakarta. Mengingat wilayah DKI Jakarta yang cukup luas dan ancaman banjir yang cepat masih terjadi di Ibu Kota.

"Luas wilayah DKI Jakarta dan banyaknya wilayah rawan banjir memerlukan sistem yang dapat secara cepat dan otomatis untuk menyampaikan peringatan dini," ujar Subejo.

Mengingat kondisi tersebut, lanjut Subejo, maka dibangun suatu sistem peringatan dini bencana yang dapat dikendalikan langsung dari kantor BPBD. Sebabnya, melalui tekonologi ini dalam waktu singkat informasi peringatan dini sampai ke masyarakat yang berada di daerah rawan banjir.

"Kenapa menggunakan sirine dan speaker, karena tidak efektif jika hanya menggunakan teks singkat. Apabila, bencana terjadi pada malam hari saat masyarakat sudah tidur,” terang Subejo.



Sumber: BeritaSatu.com