PSI Tantang Cawagub DKI Uji Kepatutan Secara Terbuka Sebelum Paripurna

PSI Tantang Cawagub DKI Uji Kepatutan Secara Terbuka Sebelum Paripurna
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / AO Senin, 20 Januari 2020 | 23:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Misteri tokoh yang bakal mengisi posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah ditinggal Sandiaga S Uno yang maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019, mulai menemukan titik terang.

Partai Gerindra dan PKS sebagai dua partai yang mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga di Pilkada DKI 2017, sepakat mengajukan dua nama, yakni Nurmansyah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Gerindra. Dua nama tersebut akan diajukan kepada Gubernur Anies Baswedan dan kemudian diputuskan melalui voting di rapat paripurna DPRD DKI.

Menanggapi pernyataan ini, Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Idris Ahmad menyatakan pemilihan wakil gubernur tidak cukup tanpa ada uji kepatutan dan kelayakan secara terbuka. Idris mengaku bahwa hak Gerindra dan PKS untuk mengusulkan nama calon wakil gubernur DKI, namun seharusnya prosesnya juga terbuka

"Ini sudah berapa lama posisi wagub kosong. Fraksi PSI DKI mendesak DPRD untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan secara terbuka untuk dua nama yang diusulkan,” ujar Idris di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Menurut Idris, publik berhak tahu seperti apa kualitas calon wakil gubernur yang diusulkan. Fit and proper test secara terbuka menjadi cara yang masuk akal untuk menilai siapa yang layak untuk menjadi Wagub sebelum voting dimulai.

“Demi kualitas proses pemilihan Wagub, kami usulkan ada semacam public hearing secara live, di mana para kandidat menjelaskan latar belakang, visinya, dan juga menjawab pertanyaan dari masyarakat,” tandas Idris.

Lebih lanjut, Idris mengatakan PSI mendorong agar publik dilibatkan dalam mengkritisi latar belakang para calon. "Public hearing adalah mekanisme di mana panitia pemilihan dapat menanyakan sejumlah pertanyaan untuk menggali latar belakang dan visi-misi seorang calon sebelum kemudian dilakukan voting," pungkas Idris.



Sumber: Suara Pembaruan