DKI Tegaskan Kontraktor Revitalisasi Monas Tak Lakukan Wanprestasi

DKI Tegaskan Kontraktor Revitalisasi Monas Tak Lakukan Wanprestasi
Monumen Nasional. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / YUD Selasa, 21 Januari 2020 | 19:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan dan Tata Ruang (Citata) DKI Heru Hermawanto menegaskan kontraktor Revitalisasi Monas, yakni PT Bahana Prima Nusantara tidak melakukan wanprestasi. Meskipun pengerjaan proyek diperpanjang hingga Februari 2020.

Kantor PT Bahana Prima Nusantara tercatat berada di Jalan Nusa Indah No 33 RT 01/07 Ciracas, Jakarta Timur. Penandatanganan kontrak baru dilaksanakan pada 8 November 2019. Padahal, lelang "Pelaksanaan Konstruksi Penataan Kawasan Monas" berjenis tahun tunggal atau single year sehingga harus diselesaikan sebelum 2020.

Meski demikian, proyek tersebut masih dikerjakan kontraktor hingga saat ini. Proses revitalisasi mulai dilaksanakan di area Plaza Selatan seluas 34.841 meter persegi. Untuk proyek ini, DKI mengorbankan 190 pohon di area Selatan untuk ditebang. Namun, beberapa pohon akan dipindahkan ke area Barat, Timur, serta area parkir kendaraan yang selama ini berada di kawasan Medan Merdeka.

“Kalau itu tidak (melewati batas waktu pengerjaan). Mekanismenya sudah betul. Memang proyeknya single years, tapi kita berikan perpanjangan waktu,” kata Heru Hermawanto di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dijelaskannya, pengerjaan revitalisasi monas dengan anggaran tahun 2019 dilakukan PT Bahana Prima Nusantara selama 50 hari kerja. Kontrak kerjanya dimulai dari 12 November 2019, maka dengan 50 hari kerja, pekerjaan harus selesai pada akhir Desember 2019.

“Tetapi Desember 2019 tidak kelar. Berarti ada perpanjangan waktu 50 hari lagi. Berarti perkiraan di akhir Februari, dia harus selesaikan tugasnya,” ujar Heru Hermawanto.

Menurutnya, tidak selesainya Revitalisasi Monas yang dilakukan PT Bahana Prima Nusantara tidak termasuk wanprestasi. Karena dalam kontraknya, perusahaan ini diberikan tenggat waktu selama tiga bulan.

“Wanprestasi itu kalau dalam tiga bulan dia tidak menyelesaikan pekerjaannya. Ini kan di kontraknya memang tiga bulan. Nah, dia kan belum tiga bulan. Jadi 50 hari enggak kelar, ya kita berikan perpanjangan waktu 50 hari lagi. Jadi pas tiga bulan,” jelas Heru Hermawanto.



Sumber: BeritaSatu.com