Jadi Cawagub, Riza Patria Tak Merasa Diuntungkan

Jadi Cawagub, Riza Patria Tak Merasa Diuntungkan
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. ( Foto: Beritasatu TV )
Erwin C Sihombing / YUD Rabu, 22 Januari 2020 | 14:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kandidat Wagub DKI dari Partai Gerindra, Riza Patria merasa memiliki peluang yang sama dengan kandidat Wagub DKI dari PKS Nurmansjah Lubis. Dia menepis pendapat yang menyebut bahwa posisinya lebih diuntungkan untuk menjabat DKI 2 lantaran Gerindra telah masuk ke dalam koalisi pendukung pemerintah.

"Saya tidak merasa spesial. Kalau pengamat mengatakan saya lebih diuntungkan atau berpeluang itu hanya pendapat pengamat saja," kata Riza, di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Tidak sedikit pihak yang menyebut Riza lebih berpeluang menjadi wagub dengan spekulasi, parpol koalisi pendukung pasangan Ahok-Djarot pada Pilgub DKI yang lalu, bakal memberi suara kepada kader Gerindra. Begitu juga parpol koalisi pemerintah yang ada di DPRD DKI bakal lebih mudah memilih Riza daripada Nurmansjah.

Menurut Riza, kontestasi antara dirinya dengan Nurmansjah tidak menandakan hubungan antara Gerindra-PKS merenggang. Malahan dia meyakini kondisi kedua parpol tersebut pada level DKI masih harmonis.

"Jangan lupa PKS-Gerindra itu punya hubungan khusus. Dan masing-masing kader yang diusulkan menjadi wagub merupakan kader-kader terbaik," tuturnya.

Dia meyakini, Nurmansjah Lubis yang pernah dua periode menjabat dua periode sebagai anggota DPRD DKI merupakan lawan kuat yang memiliki peluang yang sama dengannya menjabat Wagub DKI.

"Kita tidak boleh merasa spesial, karena ukurannya nanti ketika mendapat kesempatan, apakah bisa bekerja dengan baik," ungkapnya.

Pihak PKS DKI merasa Nurmansjah Lubis merupakan calon kuat menjabat wagub. Rasa optimistis itu terbangun lantaran PKS merasa kursi wagub merupakan jatah untuk mereka selepas Sandiaga Uno mengundurkan diri.

Kendati demikian, pihak PKS menuntut, proses pemilihan Wagub DKI dilakukan secara transparan, bila perlu diawasi oleh KPK agar terbebas dari praktik politik dagang sapi.

"Tolong prosesnya diawasi agar kontes-kontes pemilihan wakil gubernur betul-betul berjalan 'fairplay'. Termasuk aparat penegak hukum, KPK, dan media supaya proses demokrasi di DPRD betul-betul 'fairplay'," kata Ketua DPW PKS DKI, Sakhir Purnomo.



Sumber: Suara Pembaruan