Genangan 5 Meter di Underpass Kemayoran Lebih dari 24 Jam Belum Surut

Genangan 5 Meter di Underpass Kemayoran Lebih dari 24 Jam Belum Surut
Kondisi underpass Kemayoran, Jakpus masih tertutup genangan air setinggi 5 meter, Sabtu (25/1/2020). ( Foto: Antara )
/ DAS Sabtu, 25 Januari 2020 | 14:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Air hujan yang menggenangi terowongan (underpass) Kamayoran, Jakarta Pusat, masih menyisakan ketinggian muka air berkisar 5 meter, Sabtu (25/1/2020) siang. Padahal genangan tersebut terjadi sejak hujan Jumat (24/1/2020).

"Airnya masih lima meter," kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Sektor Kemayoran, Unggul Wibowo kepada wartawan di lokasi.

Genangan air yang merendam Terowongan Kemayoran muncul imbas dari hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang, Jumat (24/1/2020).

Menurut Unggul, situasi masih tidak aman untuk dilintasi pengendara sehingga rekayasa lalu lintas masih diberlakukan hingga sekarang. "Masih lima meteran, kami terus sedot agar air berangsur surut," katanya.

Menurut Unggul, Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas masih mengarahkan pengemudi melintasi sejumlah jalur alternatif yang tersedia. "Sementara belum bisa dilintasi dulu," ujarnya.

Penyedotan air genangan tidak hanya dilakukan pihaknya, namun juga dibantu instansi terkait salah satunya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).  "Dari PUPR ingin tambah pompa agar penyedotan air bisa lebih optimal dan air cepat surut," katanya.

Menpupera Basuki Hadimuljono langsung meninjau lokasi Sabtu pagi.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Juaini Yusuf menyatakan, penanganan banjir di underpass Gandhi, Kemayoran, Jakarta Pusat, bukan tanggung jawab DKI melainkan pemerintah pusat melalui Pusat Pengelola Kawasan (PPK) Kemayoran.

Bila PPK Kemayoran meminta bantuan pompa mobile untuk menyedot air di sana, Juaini Yusuf mengatakan, pihaknya siap membantu.



Sumber: ANTARA