Soal Pidana Penipuan, Ini Penjelasan Donny Andy Saragih

Soal Pidana Penipuan, Ini Penjelasan Donny Andy Saragih
Pergantian Dirut Transjakarta dari Agung Wicaksono (kiri) ke Donny Andy S Saragih. ( Foto: istimewa )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 27 Januari 2020 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dituding melakukan penipuan dan statusnya sebagai terpidana, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Donny Andy S Saragih angkat bicara. Ia menjelaskan kasus yang melibatkan dirinya dan rekannya, Andi Tambunan, hanya setting belaka untuk menyelamatkan perusahaan.

Dijelaskannya, kasus itu terjadi pada tahun 2017. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Direktur Operasional PT Eka Sari Lorena Transport, atau bus Lorena. Kasus itu berawal dari adanya rekayasa dokumen untuk mendapatkan Initial Public Offering (IPO).

“Masalahnya adalah masalah pemalsuan dokumen negara. Karena saat itu, dokumen tidak ada untuk kelengkapan mau IPO. Nah nama dokumen yang dipalsukan itu, yang melekat pada bus, adalah Kartu Izin Usaha (KIU) dan Kartu Pengawasan (KP),” kata Donny Saragih, Senin (27/1/2020).

Setelah itu, Denny menyebut ada orang yang mengaku sebagai petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memeras pihak Lorena. Mereka minta sejumlah uang untuk dibayarkan Lorena. Karena saat IPO lolos, Lorena mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 130 miliar.

“Ada orang yang mengancam agar kita membayar sejumlah uang, agar berita tidak naik ke atas. Supaya tidak diangkat. Kalau diangkat, kantor akan terlihat jelek dan harus mengembalikan uang Rp 130 miliar itu,” jelas Donny Saragih.

Akhirnya, Lorena membuat rekayasa kasus agar masalah ini seakan selesai. Sehingga, kasus pemalsuan dokumen tidak dilanjutkan. Donny pun mengaku tidak tahu-menahu soal kasus tersebut. Menurutnya, namanya hanya dibawa-bawa karena posisinya sebagai direktur. "Terbawa, karena posisi sebagai direktur yang dokumen direktoratnya dipalsukan," ungkap Donny Saragih.



Sumber: BeritaSatu.com