Kemhub Minta DKI Sinkronkan Jalur LRT Timur Barat dengan MRT Fase 2

Kemhub Minta DKI Sinkronkan Jalur LRT Timur Barat dengan MRT Fase 2
Suasana area Stasiun Depo LRT Jakarta Pegangsaan Dua di Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara yang direncanakan akan dibuatkan feeder Transjakarta ke halte Sunter Kelapa Gading dengan melewati sejumlah apartemen dan pusat perbelanjaan di kawasan Kelapa Gading, Senin, 30 September 2019. ( Foto: SP/Carlos Roy Fajarta Barus )
/ JAS Rabu, 5 Februari 2020 | 08:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) minta pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyinkronkan jalur LRT Timur Barat dengan pembangunan MRT Utara-Selatan Fase 2.

“Kemhub meminta Pemprov DKI untuk menyinkronkan trase LRT dgn pembangunan MRT Utara-Selatan Fase 2 (Bundaran HI - Ancol) dan perencanaan MRT Barat - Timur (Balaraja - Cikarang) yang sudah matang terlebih dulu,” kata Direktur Lalu lintas dan Angkutan Kereta Api, Danto Restyawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Pada prinsipnya, Danto mengatakan, Kemhub tidak membatalkan LRT Koridor Timur-Barat dengan rute Pulo Gadung-Kebayoran Lama.

Setiap proses pembangunan dan pengembangan transportasi Jabodetabek berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 Tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

“Ini merupakan salah satu upaya menata sistem transportasi yang terpadu di Wilayah Jabodetabek. RITJ ini mengakomodasi sejumlah program dan strategi pembangunan transportasi secara terpadu antara lain integrasi perencanaan jaringan, integrasi prasarana dan pelayanan baik intramoda maupun antarmoda serta integrasi antar moda transportasinya,” katanya.

Danto menuturkan salah satu tahapan yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam proses pembangunan perkeretaapian adalah pengajuan trase.

Pengajuan ini diusulkan pemerintah daerah untuk mendapatkan persetujuan Menteri Perhubungan.

Dengan RITJ ini, lanjut dia, akan ada sinkronisasi dan harmonisasi, sehingga trase nantinya dapat tertata dengan baik serta bisa mengkomodasi integrasi antarmodanya.

“Silakan Pemda mengajukan trase untuk pembangunan LRT Koridor Timur-Barat namun tetap mengacu pada RITJ yang telah ada,” katanya.

Pemerintah DKI merencanakan membangun LRT Koridor Pulo Gadung-Kebayoran Lama.

Meskipun belum ada permohonan resmi penetapan trase ke Kementerian Perhubungan, rencana trase tersebut akan bersinggungan dengan trase MRT Utara-Selatan Fase 2 dan perencanaan MRT Barat - Timur yang sudah ditetapkan lebih dulu.

Karena trase MRT ini ada lebih dahulu dan ini telah dibahas dengan Pemda DKI, maka trase LRT Koridor Pulo Gadung - Kebayoran Lama yang harus menyesuaikan.



Sumber: ANTARA