Transjakarta Catat Sejarah Layani 1 Juta Pelanggan Per Hari

Transjakarta Catat Sejarah Layani 1 Juta Pelanggan Per Hari
Warga menunggu bus di Halte Bus Transjakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / Yustinus Paat / JAS Rabu, 5 Februari 2020 | 12:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pada Selasa (4/2/2020), jumlah penumpang Transportasi Jakarta (Transjakarta) tercatat mencapai 1.006.579 orang. Angka tersebut telah melebihi target Transjakarta sebesar 1 juta penumpang per hari. Dengan begitu, PT Transjakarta telah mencatat sejarah baru dalam segi pencapaian kenaikan angka pelanggan.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo membenarkan hal tersebut. Transjakarta berhasil menembus target untuk melayani sebanyak satu juta pelanggan perhari seperti yang diharapkan.

“Benar. Pada Selasa, 4 Februari kemarin Trasjakarta sudah melayani sebanyak 1.006.579 pelanggan. Angka ini mengalami kenaikan dibanding Selasa, 28 Januari lalu yang hanya melayani 987.583 Pelanggan,” kata Nadia Diposanjoyo, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan dan program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Salah satu poin yang menyumbang angka terbesar dalam kenaikan pelanggan, adanya program layanan transportasi terintegrasi, yakni Mikrotrans Jak Lingko yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Layanan ini sangat membantu sebagai moda first mile dan last mile masyarakat. Bahkan, sampai hari ini tercatat ada sebanyak 257.981 pelanggan yang menggunakan layanan kami,” ujar Nadia Diposanjoyo.

Meski telah mampu melampui target, PT Transjakarta tidak akan berpuas diri. Pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan dengan menambah armada dan rute agar mampu melayani warga hingga 500 meter dari rumah mereka. Seperti yang diinginkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, pihaknya akan terus konsisten dalam menyediakan layanan transportasi terintegrasi.

“Kami akan terus melakukan pelayanan maksimal bagi pelanggan setia kami tentunya. Terima kasih telah bersama kami dalam memajukan transportasi di DKI Jakarta khususnya,” terang Nadia Diposanjoyo.

Saat ini, lanjutnya, Transjakarta sedang berfokus dalam mengupayakan program mandiri bertransportasi. Untuk merealisasikan hal itu, Transjakarta telah menerapkan sistem pengarah perjalanan (wayfinding) serta memasang alat Tap On Bus (TOB) di seluruh armada Non-Bus Rappid Transit (BRT).

Bahkan, dalam jangka 5-10 tahun ke depan, Transjakarta sudah menyiapkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan [RJPP]. Untuk itu, kami menekankan empat target utama yang akan dicapai yaitu terkait peningkatan ridership, pelayanan armada, infrastruktur, dan pendapatan nontiket.

Untuk target jumlah pelayanan armada bus Transjakarta ditingkatkan hingga 19 persen atau sejumlah 4.334 armada di tahun 2020 ini. Dengan perincian 967 bus rapid transit (BRT), 1.167 bus non-BRT, dan 2.200 mikrotrans. Kemudian penambahan jangkauan layanan dari 278 rute menjadi 285 rute di tahun 2020.



Sumber: BeritaSatu.com