Revitalisasi Monas Dikerjakan 24 Jam Penuh

Revitalisasi Monas Dikerjakan 24 Jam Penuh
Pohon-Pohon baru ditanam di bagian pinggir area revitalisasi Monas, Senin, 3 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Carlos KY Paath / Erwin C Sihombing / BW Jumat, 7 Februari 2020 | 22:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengerjaan revitalisasi sisi selatan Monas yang sempat dihentikan sementara akhirnya dilanjutkan. Pengerjaan dilanjutkan setelah Komisi Pengarah (Komrah) Pembangunan Kawasan Medan Merdeka menerbitkan izin revitalisasi.

Sekretaris Daerah (sekda) DKI Saefullah meminta kontraktor bekerja 24 jam. Kontraktor harus memanfaatkan sisa waktu pengerjaan proyek yang sebelum dihentikan. Prosesnya sudah mencapai 77%.

“Boleh kan kerja tiga shift ya, 24 jam dibagi tiga. (Sisa waktu) dimanfaatkan dengan baik, tetapi tetap jaga kualitas,” kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jumat (7/2/2020).

Saefullah telah menginstruksikan Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), Heru Hermawanto berkoordinasi dengan kontraktor. Koordinasi juga dilakukan dengan Transjakarta. Sebab, ada halte Transjakarta di depan area revitalisasi sisi selatan Monas.

“Pak Heru harus koordinasi ke Dishub (Dinas Perhubungan), dan Transjakarta karena akan dibangun halte yang harus agak geser ke timur sedikit karena pintu gerbangnya ke timur sedikit. Saya harap koordinasi dengan baik,” ucap Saefullah.

Saefullah optimistis pengerjaan revitalisasi rampung sesuai tenggat waktu, yaitu pertengahan Februari. “Saya rasa kontraktor selaku pihak ketiga harus mengerahkan segala daya upaya untuk menyelesaikan ini tepat waktu,” tegas Saefullah.

Saefullah mengapresiasi persetujuan Komrah. “Sore ini surat rekomendasi dari Ketua Komrah/Menteri Sekretaris Negara sudah kami terima. Kami mengapresiasi jajaran Komrah dalam waktu relatif singkat dapat memberikan persetujuan,” kata Saefullah.

Sebelumnya, gambar desain telah disampaikan kepada Komrah, Kamis (6/2/2020). “Gambar itu sudah diserahkan kepada Komisi Pengarah," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Kamis (6/2/2020).

Menurut Anies, revitalisasi mengacu Keputusan Presiden (Keppres) No 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI. “Revitalisasi mendasarkan kepada Keppres Nomor 25/1995. Kita melaksanakan,” ucap Anies.

Anies menambahkan, Komrah mengapresiasi revitalisasi, karena akan terjadi penambahan ruang terbuka hijau di kawasan Monas. “Sebagian juga baru menyadari bahwa tempat parkir IRTI, kemudian Lenggang Jakarta, itu semua akan menjadi tempat yang hijau,” imbuh Anies.



Sumber: Suara Pembaruan