BBWSCC Akui Underpass Kemayoran Rentan Banjir

BBWSCC Akui Underpass Kemayoran Rentan Banjir
Banjir 5 meter di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor, Sabtu, 8 Februari 2020..‬ (Foto: TMC Polda Metro Jaya)
Erwin C Sihombing / FER Sabtu, 8 Februari 2020 | 15:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terowongan atau underpass Kemayoran untuk ketiga kalinya kebanjiran, akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Jakarta, sejak Jumat (7/2/2020) malam.

Petugas Pasang Alat Ukur di Pilar Terowongan Kemayoran

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah, tidak membantah jika disebut titik tersebut bakal terus kebanjiran akibat tingginya intensitas hujan.

"Ya mau bagaimana lagi, memang kondisinya seperti itu, tetapi kami terus melakukan perbaikan-perbaikan," kata Bambang, di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Underpass Kemayoran dikelola oleh Mensesneg karena kawasan Kemayoran di masa lalu merupakan landasan bandar udara. Atas dasar itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui BBWSCC melakukan perbaikan-perbaikan untuk mengatasi ancaman banjir di wilayah tersebut.

Terkait Banjir Kemayoran, Setneg Ajak DKI Duduk Bersama

Bambang menuturkan, titik tersebut rentan terhadap banjir akibat dangkalnya Waduk Kemayoran serta Sungai Sentiong. Sebab, sistem drainase di wilayah tersebut mengalir ke Waduk Kemayoran, kemudian ke rawa-rawa Kemayoran sebelum masuk ke Sungai Sentiong.

"Jadi kalau Sungai Sentiong mengalami air pasang, air tidak bisa dibuang. Ditambah lagi di lokasi sekitar sudah banyak gedung-gedung, apartemen, maka air tidak bisa langsung meresap," kata Bambang.

Bambang turut memantau kondisi di lapangan, yang kali ini banjir di underpass Kemayoran sudah mencapai ketinggian 5 meter. Kondisi tersebut, membuat underpass Kemayoran tak lagi berfungsi. Namun, pihaknya berkoordinasi dengan pemadam kebakaran (damkar) dan Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran telah menyiapkan pompa.

"Dari BBWSCC sudah menyiapkan empat mobil pompa dengan kapasitas 640 liter per detik. Dari damkar satu unit dengan kapasitas 10 liter per detik, dan dua unit pompa dari PPKK dengan kapasitas 60 liter per detik," ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, kata Bambang, butuh waktu sekitar dua hari untuk memompa seluruh air yang memenuhi underpass. "Kalau perhitungan dari kami, dengan kapasitas alat yang ada bisa memakan waktu 31,74 jam," lanjutnya.

Sebagai langkah penyelesaian jangka panjang, BBWSCC bakal melakukan pengerukan di Waduk Kemayoran agar kapasitas waduk bisa menampung lebih banyak lagi debit air. "Kalau pengerukan waduk sekarang ini sedang dalam proses pengukuran," kata Bambang.



Sumber: Suara Pembaruan