Bogor Street Festival Ajang Persatuan Semua Unsur dan Golongan

Bogor Street Festival Ajang Persatuan Semua Unsur dan Golongan
Semarak perayaan Street Festival Cap Go Meh di Kawasan Pecinan Sukyakenca, Kota Bogor, Sabtu, 8 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Minggu, 9 Februari 2020 | 08:30 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2020 merupakan ajang yang dapat mempersatukan semua unsur dan golongan.

Wishnutama mengapresiasi penyelenggaraan event tahunan ini lantaran masuk dalam 100 kegiatan besar Nasional Kempar Ekraf. Meski kali pertama hadir pada kegiatan itu, Wishnutama menyebut gelaran kegiatan Bogor Street Festival ini bukan sekadar event biasa, melainkan perhelatan akbar yang dapat mempersatukan semua unsur dan golongan.

"Saya sangat mengapresiasi acara ini, karena menurut saya acara ini bukan sekadar festival biasa, akan tetapi sebuah perayaan terhadap suatu perbedaan," ujar Wishnutama, Sabtu (08/02/2020).

Atas rutinnya diselenggarakan event ini, Wishnutama menilai bahwa Kota Bogor sangat memiliki rasa toleransi yang sangat besar. Sebab, bisa hidup rukun berdampingan diantara perbedaan, baik agama, suku, dan budaya.

"Dengan dihelatnya event ini. Kota Bogor sangat terlihat sekali begitu menghargai perbedaan. Kita tahu betul, kita terlahir berbeda-beda. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama belajar menghargai perbedaan," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku turut bangga karena dapat hadir kali kedua di event Bogor Street Festival CGM ini. Dia menyebut, perayaan Cap Go Meh yang diselenggarakan di Kota Bogor ini selalu terlaksana dengan meriah.

"Ini kehadiran saya yang kedua kalinya dalam kegiatan Bogor Street Festival CGM. Karena acara ini merupakan kegiatan yang paling meriah dalam merayakan keberagaman dan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Menurut Emil, hidup tanpa budaya merupakan hidup yang membosankan. Dalam hidup, dia mengajak agar seluruh masyarakat menunjukkan identitas dari masing-masing golongan, seperti identitas agama, suku maupun budaya.

"Mari tunjukan identitas kita, identitas keagamaan, identitas kebudayaan maupun identitas kesukuan kita. Indonesia sudah sejarahnya dibangun dari sebuah perbedaan, maka sampai kapan pun perbedaan akan selalu ada. Akan tetapi kita akan terus bersatu dalam sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia," katanya.

Emil menilai kegiatan Bogor Street Festival CGM ini merupakan ciri dari wajah Jawa Barat yang sangat memegang teguh sikap toleransi. Kemudian, Kang Emil menutupnya dengan pantun.

"Mudah-mudahan inilah wajah Jawa Barat yang sebenarnya. Jawa Barat bukanlah Provinsi yang penuh dengan Intoleransi. Justru hari ini kita buktikan bahwa Jawa Barat melalui Kota Bogor adalah sebuah wilayah yang sangat toleran terhadap keberagaman," tegasnya.

Sejumlah tamu kehormatan dari dalam negeri maupun mancanegara ikut meriahkan perhelatan akbar Bogor Street Festival CGM 2020 di Kota Bogor. Puluhan ribu pengunjung pun tumpah ruah memadati Jalan Suryakencana hingga Siliwangi hanya untuk melihat pawai pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah tersebut.

Pada kesempatan itu, hadir pula Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol, Rudy Sufahriadi, Komandan Korem 061/Suryakencana, Brigjen Inf Novi Helmy Prasetya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, segenap unsur Forkopimda Kota Bogor beserta para istri, tokoh masyarakat dan para pemuka agama.

Sebagai tuan rumah, Wali Kota Bogor dan Wakilnya, Bima Arya - Dedie A. Rachim pun turut mendampingi para tamu kehormatan yang disuguhkan pertunjukan kesenian tradisional dari berbagai daerah tersebut.

Sementara tamu kehormatan dari dari mancanegara, turut hadir Duta Besar Bulgaria Peter Dimitrov Andonov, Duta Besar Polandia Piotr Firlus and spouse, Duta Besar Afganistan Roya Rahmani, Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taipei Teddy Surachmat, dan Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taipei Adila.

Usai menikmati pertunjukan, seluruh para tamu kehormatan, selanjutnya diarahkan menuju Hotel 101 untuk melangsungkan santap malam.



Sumber: BeritaSatu.com