Jakarta Banjir, Anies: Kita Alami Hujan Ekstrem

Jakarta Banjir, Anies: Kita Alami Hujan Ekstrem
Banjir di kawasan Kalibata dekat dengan Sungai Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan. ( Foto: istimewa )
Erwin C Sihombing / WBP Minggu, 9 Februari 2020 | 13:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Anies Baswedan menegaskan banjir yang kembali terjadi di Ibu Kota pada Sabtu (8/2/2020) dini hari, hingga mengakibatkan ratusan warga mengungsi, akibat hujan ekstrem dengan intensitas 244 milimeter (mm).

"Yang kemarin dialami di Jakarta itu sampai dengan 244 mm, jadi kita mengalami curah hujan ekstrem," kata Anies Baswedan di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Anies menyebut jajarannya telah bekerja ekstra cepat untuk mengatasi banjir dengan mengerahkan petugas dan alat-alat bantu di wilayah yang terkena maupun terdampak hujan ekstrem.

"Kami menyiagakan seluruh jajaran yang terkait dengan pengendalian air hujan dan di tempat-tempat di mana curah hujan yang amat intensif," tambah Anies Baswedan.

Sungai Cikeas Meluap ke Perumahan Warga, Kali Bekasi dan Sungai Cileungsi Aman

Dia meyakini banjir yang melanda Jakarta dapat dikendalikan dengan baik, bahkan jajarannya terus memonitor debit air Bendungan Katulampa, Bogor, sebagai langkah antisipasi banjir. Sebab, posisi Jakarta yang berada di kawasan pesisir senantiasa menerima kiriman air apabila terjadi hujan lebat di kawasan hulu.

Sekarang ini, lanjut gubernur, jajarannya turut menyiagakan pompa-pompa di sejumlah daerah yang tidak dialiri aliran sungai sebagai langkah antisipasi banjir. Langkah ini dapat dimengerti. Berkaca pada peristiwa banjir awal tahun baru, tidak sedikit wilayah yang terkena banjir padahal di masa lalu kawasan tersebut bebas banjir.

Kendati begitu, Anies tidak membeberkan wilayah-wilayah yang ditetapkan jajarannya untuk menyiagakan pompa. "Di kawasan yang sama sekali tidak ada aliran sungainya, di situ yang kita antisipasi," tutur Anies Baswedan.

Terendam Banjir, Underpass Kemayoran Ditutup Sementara

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) menyebut, wilayah paling terdampak banjir, Sabtu (8/2/2020) adalah Jaktim yang terdiri dari 20 kelurahan di delapan kecamatan dengan 752 KK (2.476 jiwa). Warga di Jaktim ini mengungsi di 24 titik.

Banjir di Jaktim menjadi yang terburuk akibat luapan Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, Sungai Buaran, dan Sungai Kali Jati Kramat.

Wilayah terdampak selanjutnya adalah Jaksel yang terdiri dari delapan kelurahan di lima kecamatan dengan 139 KK atau 391 jiwa. Warga memilih mengungsi di dua titik.

Sedangkan di Jakbar terdapat lima kelurahan di dua kecamatan yang terdampak banjir. Jakpus tiga kelurahan di dua kecamatan. Tidak terdapat warga yang mengungsi di wilayah Jakbar, Jakpus dan Jakut.



Sumber: Suara Pembaruan