Pemkot Bekasi Klaim ‎Lebih Siap Hadapi Banjir Susulan

Pemkot Bekasi Klaim ‎Lebih Siap Hadapi Banjir Susulan
Kantor BPBD Kota Bekasi siaga 24‎ jam memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Senin, 10 Februari 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman)
Mikael Niman / JAS Senin, 10 Februari 2020 | 19:27 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan, semua mesin pompa penyedot air yang berada di titik-titik banjir perumahan warga, telah berfungsi dan siap digunakan di kala hujan deras melanda wilayah itu. Selain itu, pembuatan beronjong untuk menambal tanggul jebol di aliran Kali Bekasi, sudah selesai dikerjakan.

Pemkot Bekasi mengaku lebih siap menghadapi ancaman banjir yang masih berpeluang terjadi di bulan Februari-Maret‎ ini.

"Khusus di wilayah Jatiasih, terutama di aliran Kali Bekasi, sudah diselesaikan pembuatan beronjong untuk penanganan sementara, sebelum tanggul diperbaiki secara permanen oleh pemerintah pusat," ujar Camat Jatiasih, Mariana, Senin (10/2/2020).

Selain itu, kata dia, pihaknya telah memeriksa seluruh mesin pompa yang ditempatkan di permukiman rawan banjir. "Mesin pompa yang berada di perumahan warga, sudah kami cek dan berfungsi dengan baik," tuturnya.

Dia berharap, kejadian banjir pada awal Januari lalu, tidak terulang kembali di beberapa perumahan yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi.

Beberapa permukiman warga seperti di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kemang IFI, Pondok Mitra Lestari, mengalami banjir besar awal tahun ini. "Di Perumahan ini, siap siaga. Termasuk juga di Villa Jatirasa, yang merupakan wilayah cekungan. Mesin pompa sudah siaga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, M Jufri, menambahkan pihaknya telah menyiapkan puluhan perahu karet untuk mengevakuasi warga saat banjir.

Kejadian awal tahun ini, saat warga membutu‎hkan banyak perahu karet, Pemkot Bekasi kewalahan. "Pengalaman kemarin, kita memang membutuhkan banyak perahu karet, mudah-mudahan sekarang tak terulang kembali," kata Jufri.

Pemkot Bekasi, mendata ada sebanyak 34 perahu karet milik BPBD Kota Bekasi yang telah disebar dibeberapa titik untuk memudahkan dan mempercepat penggunaannya hingga ke lokasi banjir.

Jufri menambahkan, selain luapan Kali Bekasi, banjir di wilayah Kota Bekasi disebabkan juga karena luapan anak Kali Cakung. Aliran kali ini yang melintas di Perumahan Bumi Nasio Indah, Perumahan Dosen IKIP, Cahaya Kemang Permai, Perumahan Jatibening Baru.

"Debit air di Kali Cakung dipengaruhi oleh curah hujan di bagian hulu, Kabupaten Bogor, tidak terhubung dengan Kali Bekasi," tuturnya.

Beberapa perumahan yang berada di cekungan tanah (kantung air) seperti Perumahan Nasio, Dosen IKIP, Jatibening Baru, telah disiagakan mesin pompa penyedot. Saat banjir mulai merendam jalan, warga mengoperasikan mesin pompa untuk menyedot air.

"Selain itu, koordinasi kami dengan TNI dan Polri, semakin baik. Penanganan banjir tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja, institusi seperti Polri dan TNI juga membantu kami dalam penanganan banjir," bebernya.



Sumber: Suara Pembaruan