Sekda DKI Sebut Formula E Cenderung Diselenggarakan di Monas

Sekda DKI Sebut Formula E Cenderung Diselenggarakan di Monas
Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah. ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / WBP Selasa, 11 Februari 2020 | 15:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta Saefullah mengatakan pihaknya cenderung memilih Monumen Nasional (Monas) menjadi tempat pelaksanaan Formula E. Apalagi, kata Saefullah, Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka telah membolehkan Formula E di Monas yang masuk dalam Kawasan Medan Merdeka.

"Sudah saya sampaikan, ada beberapa alternatif kemarin, GBK salah satunya. Tapi per sore kemarin, arahnya kembali ke Monas. Kemensetneg sudah kasih lampu hijau buat dilaksanakan di kawasan Medan Merdeka," ujar Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (10/2/2020).

Menurut Saefullah, Monas cenderung dipilih karena merupakan ikon Indonesia sekaligus Jakarta. Monas perlu sesekali diadakan event internasional yang disukai oleh berbagai kelompok usia. "Monas ini kan Monumen Nasional, bukan hanya DKI Jakarta, sekali-kali ada event internasional yang digandrungi kelompok milenial, kelompok berbagai usia juga suka. Sekali-sekali kita tampilkan wajah Indonesia, Jakarta, Monas menjadi icon kita," terang Saefullah.

Pemprov, kata Saefullah, belum merinci rute Formula E jika diselenggarakan di Monas. Namun, kata dia, pada waktunya akan disampaikan ke Kemensetneg termasuk untuk memastikan lokasi mana yang masuk cagar budaya dan mana yang tidak. "Ya nanti dijelaskan cagar budaya itu mana-mana, yang tidak cagar budaya itu mana-mana, konstruksinya model apa, akan berdampak apa, dan sebagainya, itu nanti akan didetailkan. Hari ini kecenderungannya lebih ke kawasan Medan Merdeka, kan Monas juga termasuk Medan Merdeka," pungkas Saefullah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah menyiapkan dua alternatif rute lintasan Formula E, yakni di Monas dan Gelora Bung Karno GBK. “Kan ada dua pilihan. Kalau seandainya tidak diperbolehkan di Monas, kan di area GBK. Tapi kalau dibolehkan di Monas, nanti kita tindaklanjuti,” kata Hari Nugroho di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Dua alternatif rute lintasan tersebut, lanjutnya, akan ditanyakan Gubernur DKI Anies Baswedan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), malam ini. “Iya. Dikonsultasikan ke presiden dulu malam ini untuk finalkan rute yang dipilih. Jadi saya belum bisa kasih penjelasan resmi sebelum itu tadi,” ujar Hari Nugroho.

Meski dua alternatif rute tersebut masih menunggu hasil pembicaraan antaran Anies Baswedan dan Jokowi, ia optimistis persiapan Formula E akan berjalan sesuai dengan jadwal kerja yang telah ditetapkan.

Bahkan untuk menyesuikan pembangunan track lintasan dengan empat syarat yang diajukan Komisi Pengarah Pembangunan Medan Merdeka dalam suratnya tertanggal 7 Februari 2020, Hari Nugroho menegaskan pengerjaan track lintasan pasti akan selesai pada April 2020.

“Enggak ada masalah, pekerjaan itu enggak ada masalah. Masih on the track. Jadi mau di GBK, mau di Monas, masih on the track. Bahwasanya Juni itu tetap selesai, 6 Juni tetap selesai, April selesai. Semua sudah diperhitungkan, enggak ada masalah, tinggal memfinalkan saja,” terang Hari Nugroho.

Karena Monas termasuk bangunan Cagar Budaya, maka pihaknya telah melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dalam membuat desain track lintasan. “Kan sudah ada tim TACB ya, sudah kita minta pendapat. Semuanya sudah. Pokoknya intinya kalau cobblestone dibongkar seperti apa, enggak dibongkar seperti apa, kita sudah punya desain, dilapisi atau pun dibongkar, sudah punya desain,” jelas Hari Nugroho.



Sumber: BeritaSatu.com