GBK Siap Jadi Alternatif Sirkuit Formula E

GBK Siap Jadi Alternatif Sirkuit Formula E
Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) Winarto. (Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / WBP Selasa, 11 Februari 2020 | 15:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (GBK) menyatakan siap apabila dipilih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi sirkuit ajang Formula E 2020, di Jakarta, yang rencananya digelar 6 Juni 2020. Skema atau desain sementara sirkuit Formula E telah dirancang, dengan tidak mengganggu kegiatan berolahraga lainnya.

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) Winarto mengatakan, selain Monas, Kemayoran, dan wilayah lainnya, GBK menjadi salah satu alternatif sirkuit Formula E di Jakarta.

"Soal nanti finalnya ada di GBK atau tidak, itu bukan GBK menentukan tapi dari panitia," ujar Winarto, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Dikatakan Winarto, pengelola GBK sudah berkoordinasi dan menggelar rapat dengan panitia serta Pemprov DKI terkait GBK menjadi salah satu alternatif sirkuit Formula E, beberapa hari belakangan ini.

"Menyambut formula elektrik ini, dengan alternatif yang lebih banyak untuk dipilih. Pilihannya ada di Monas, ada di beberapa tempat lain dan GBK. Jadi dengan GBK ini ada opsi baru. Khusus keberadaan di GBK, betul kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI, rapat Jumat, ketemu, ini semua masih dalam proses untuk menjajaki track yang paling efisien itu seperti apa. Belum final sampai hari ini," ungkap Winarto.

Menurut Winarto, GBK menyambut baik dan siap menjadi arena balapan apabila panitia atau Pemprov DKI menghendaki.

"Bagi GBK ini kesempatan yang baik kalau ini bisa ada di sini. Tapi tentu kami tidak ingin memaksa, yang membuat olahraga lainnya terhambat untuk masuk. Panitia (Formula E) yang akan memilih, apakah akan diselenggarakan di Monas yang sudah diizinkan, atau memilih di tempat lainnya," kata Winarto.

Winarto menyampaikan, pengelola GBK sudah menyiapkan skema track atau sirkuit yang efisien dengan tidak mengokupasi ruang-ruang masyarakat lain berolahraga. Namun nanti tetap panitia pelaksana Formula E yang menentukannya.

"Sebagai contoh kalau di sisi luar, tidak digunakan banyak pihak jadi bisa dipakai. Sudah kita ukur saat ini kurang lebih ada 8 meter. Track itu kalau kami tidak salah tangkap, maksimum mungkin 9 hingga 10 meter. Itu masih memungkinkan dan sedikit sekali kalau pun ada pohon yang perlu kita pindahkan masih ada tempat, masih bisa kita geser, jadi pohonnya tidak ditebang tapi dipindahkan," jelas Winarto.

Winarto mengungkapkan, pembicaraan dengan Pemprov dan panitia belum sampai ketahap siapa yang membuat track. "Kita belum bicara track siapa yang membuat, apakah permanen atau semi permanen. Sampai saat ini kita baru bicara dalam tahap desain yang efisien dan tidak banyak korban (masyarakat, pohon dan bangunan). Ini pun kita belum ada kesepakatan tracknya seperti apa, baru ada beberapa alternatif, belum ada keputusan," ucap Winarto.

Winarto menegaskan, GBK tidak menawarkan diri. Namun hanya dalam kapasitas siap membantu menjadi alternatif sirkuit atau lintasan Formula E.

"Saya tidak menawarkan diri, tapi saya memahami bahwa mereka butuh tempat, lalu datang kemari, maka kami berusaha membantu. Kami melihat dalam kaca mata nasional, negara. Tapi, sekali lagi ini belum final. Masih menjadi solusi. Kami tidak dalam posisi mengakomodir, kalau ada tempat lain kami dengan senang hati yang penting diselenggarakan di Jakarta," tandas Winarto.



Sumber: BeritaSatu.com