Kerap Merugi, Mitra Patriot Harus Kembangkan Bisnis Usaha

Kerap Merugi, Mitra Patriot Harus Kembangkan Bisnis Usaha
Bus Transpatriot rute Terminal Bekasi-Harapan Indah. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Selasa, 11 Februari 2020 | 21:46 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Mitra Patriot selaku perusahaan daerah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ini kerap merugi saat mengoperasikan sembilan bus Transpatriot. Tak tanggung-tanggung, dalam sehari tercatat kerugian mencapai sekitar Rp 16 juta untuk biaya operasional kendaraan termasuk di dalamnya biaya sumber daya manusia (SDM) seperti sopir bus, bagian administrasi dan sebagainya.

Dalam setahun, perusahaan pelat merah ini membutuhkan penyertaan modal sekitar Rp 5,7 miliar dari pemerintah daerah, hanya untuk menutupi biaya operasioanl bus Transpatriot. Sementara, kemampuan keuangan pemerintah daerah tak sanggup memberikan penyertaan modal sebesar itu.

Sejak, diresmikan pengoperasian bus Transpatriot pada Agustus 2019 lalu, usulan penyertaan modal yang diajukan sebesar Rp 6 miliar, hanya disanggupi sebesar Rp 900 juta. Berbagai upaya penghematan dilakukan untuk menutupi biaya operasional kendaraan. Selain itu, Mitra Patriot menggenjot terus kenaikan jumlah penumpang bus Transpatriot. Namun, upaya ini saja tak cukup untuk menutupi beban subsidi yang diberikan pemerintah daerah.

“Perusahaan Daerah Mitra Patriot perlu mengembangkan bisnis usaha lain. Bus Transpatriot bukan satu-satunya core bisnis Mitra Patriot,” ujar Direktur Utama Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP), Tubagus Hendra Suherman, kepada Suara Pembaruan, Selasa (11/2/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Mitra Patriot, ruang lingkup usaha meliputi gas (hilir), pengolahan limbah padat dan cair, pengelolaan parkir dan usaha lain yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah, menyediakan pelayanan kepada masyarakat (Pasal 5 dan 6).

Berdasarkan Perda tersebut, kata Tb Hendra, lingkup usaha PDMP diberikan cakupan yang luas, tak hanya di bidang transportasi saja. Bidang usaha perparkiran yang kini sedang dibidiknya, untuk menggenjot pendapatan daerah maupun untuk menutupi biaya operasional bus Transpatriot.

“Kami perlu dukungan dari semua pihak untuk melakukan pengembangan bisnis, agar dapat menutupi biaya operasional bus Transpatriot,” imbuhnya.

Saat ini, yang sedang digodok kebijakan tentang pemasangan iklan di bus Transpatriot. Perusahaan dapat memasang iklan di badan bus maupun di interior bus. Meskipun, kata dia, pendapatan dari iklan seperti ini tak banyak mendapatkan uang pemasukan tetapi pihaknya sudah berupaya untuk menutupi biaya opersional bus Transapatriot untuk mengurangi beban subsidi.

Selain itu, pendapatan dari sektor perparkiran yang belum digarap secara maksimal di Kota Bekasi, menjadi salah satu peluang pengembangan bisnis PDMP. "Rencana ke depan, kita usulkan pengembangan bisnis dari sektor perparkiran ini," pungkasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan