Murni Hoax, Berita Virus Korona di Meikarta

Murni Hoax, Berita Virus Korona di Meikarta
Danang Kemayan Jati, Direktur Komunikasi PT Mahkota Santosa Utama (MSU). (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Selasa, 11 Februari 2020 | 22:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berita mengenai kematian warga negara asing (WNA) asal Tiongkok di Meikarta karena virus korona adalah murni hoax. Berita itu tidak berdasar dan sama sekali tidak ada fakta lapangan. Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, bebas dari virus korona.

"Yang juga hoax adalah berita tentang 3.000 pekerja WNA asal Tiongkok yang dipekerjakan di Meikarta," ujar Danang Kemayan Jati, Direktur Komunikasi PT Mahkota Santosa Utama (MSU), Selasa (11/2/2020).

Dia juga menjelaskan, WNA yang meninggal bukan karyawan PT MSU, perusahaan yang membangun Meikarta, melainkan karyawan kontraktor PT MSU. Pihak Polri setempat sudah mengevaluasi dan memastikan bahwa WNA asal RRT itu meninggal karena kecelakaan kerja. Tim dak ada kaitan apa pun dengan virus korona.

Seperti diberitakan, Senin (10/2/2020), Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan memastikan bahwa penyebab kematian Yuan Haisheng (46), warga negara Tiongkok di pintu B1 tower 153 lantai 11 Apartemen Meikarta, bukan karena virus korona, melainkan karena kecelakaan kerja. Pihak Dinas Kesehatan Bekasi pun sudah menegaskan bahwa Yuan tidak terkena virus korona.

Dalam membangun Meikarta, demikian Danang, PT MSU menggunakan jasa kontraktor dan pihak kontraktor hanya mempekerjakan 86 pekerja berstatus WNA. Sedangkan, total pekerja mencapai 5.000 orang. "WNA kurang dari dua persen," ungkap Danang.

Pihak kontraktor mempekerjakan WNA hanya untuk posisi minimal supervisor atau key spesialist. "Semua WNA memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang yang berlaku," papar Danang.

Danang menjelaskan, kontraktor PT MSU memprioritaskan pekerja lokal dan selalu mengutamakan safety dalam setiap kegiatan operasional. Pekerja lokal bukan hanya pekerja dari berbagai daerah di Indonesia, melainkan juga putra-putri daerah Bekasi.