Formula E Akan Diikuti 24 Pebalap dari 13 Negara

Formula E Akan Diikuti 24 Pebalap dari 13 Negara
Lampiran Surat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ke Mensesneg Praktikno soal lokasi Formula E di Kawasan Medan Merdeka. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Yustinus Paat / FER Rabu, 12 Februari 2020 | 20:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Komunikasi Formula E Jakarta, Dhimam Abror, mengatakan balapan Formula E akan diikuti oleh 24 pembalap yang tergabung dalam 12 tim.

Anies Sampaikan Lokasi dan Rute Formula E

Adapun 13 negara peserta Formula E adalah, Inggris, Jerman, Amerika Serikat (AS), Prancis, Monako, Belanda, Swiss, Selandia Baru, Portugal, Brasil, Tiongkok, India, dan Belgia.

Sementara 12 tim yang bergabung adalah Virgin Racing, Jaquar Racing, Mercedes-Benz, Audi, Porsche, GEOX Dragon, Andretti Motorsport, e.dams, Venturi Racing, NIO, DS Techeetah dan Mahindra Racing.

"Formula E ini nanti akan diikuti oleh 24 pembalap dari 12 tim yang berasal dari 13 negara," ujar Dhimam saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Dhimam mengatakan, Formula E akan menggunakan mobil listrik atau mobil ramah lingkungan, dengan tujuan membuat masyarakat Jakarta sadar akan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Soal Anggaran Formula E, Pemprov DKI Siap Diaudit

"Diharapkan dengan Formula E ini masyarakat Jakarta semakin sadar lingkungan. Karena kami membuat sebuah event yang ramah lingkungan. Tidak ada plastik, emisi gas buang, jejak karbon, dan macam-macam. Bahkan, ada pemilihan 7 macam sampah sehingga bisa di-recycle tentunya. Untuk menyuarakan kepada masyarakat bahwa Jakarta adalah kota modern yang ramah lingkungan," jelas Dhimam.

Dhimam mengatakan, Jakpro sebagai penyelenggara event Formula E sedang mempersiapkan teknis-teknis penyelenggaraan Formula E di Kawasan Medan Merdeka termasuk Monas. Sebagai penyelenggara, Jakpro telah memastikan akan menjaga kelestarian Monas sebagai cagar budaya.

"Ketika kami punya rencana atau Pak Gubernur mengusulkan buat Formula E di Monas yang pertama kali kami pikirkan adalah kelestarian Monas dan cagar budaya agar tak merusak apapun," tandas Dhimam.



Sumber: BeritaSatu.com