Formula E Tetap Perhatikan Kelestarian Cagar Budaya

Formula E Tetap Perhatikan Kelestarian Cagar Budaya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pebalap Sean Gelael (kiri) didalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / FER Rabu, 12 Februari 2020 | 20:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan lintasan Formula E di dalam Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat tidak dibuat permanen. Lintasan tersebut akan dibongkar setelah penyelenggaraan Formula E selesai.

"Ya khusus lintasan yang di tengah (Monas) dibongkar lapisan atasnya saja, karena sifatnya tidak permanen," ujar Hari di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Hari menjelaskan, rencananya coubblestone atau batu alam di Monas yang menjadi lintasan Formula E akan dilapisi dengan membran atau geotexstile. Setelah itu, akan dilapisi dengan aspal hotmix.

"Setelah selesai event nanti bisa dibongkar lagi lapisannya. Kita akan lakukan perbaikan lagi sesuai standar lintasan balap," tandas Hari.

Sementara, Kepala Bidang Perlindungan Budaya Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Norviadi Setio Husodo, mengatakan, Formula E tetap memperhatikan kelestarian cagar budaya di Kawasan Monas. Jika cabblestone-nya diaspal untuk lintasan Formula E, maka harus dikembalikan bentuknya seperti semula usai penyelenggaraan balapan tersebut.

"Kalau yang dari dinas, rekomendasinya itu ya bisa dilaksanakan, tetap memerhatikan kawasan atau bangunan cagar budaya yang ada. Jadi, yang termasuk cobblestone akan dikembalikan seperti semula," pungkas Norviadi.



Sumber: BeritaSatu.com