Rekomendasi Cagar Budaya Diduga Dimanipulasi, Ketua DPRD DKI Ngadu ke Setneg

Rekomendasi Cagar Budaya Diduga Dimanipulasi, Ketua DPRD DKI Ngadu ke Setneg
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mendatangi Kantor Kementerian Sekretariat Negara untuk mengadukan dugaan manipulasi surat rekomendasi TACB DKI tentang penyelenggaran Formula E di Monas , Kamis (13/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia )
Lenny Tristia Tambun / WBP Kamis, 13 Februari 2020 | 21:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mendatangi Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) Kamis (13/2/2020) untuk melaporkan dugaan manipulasi surat rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI terkait persetujuan penyelenggaraan Formula E di Monumen Nasional (Monas). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut melakukan pembohongan publik.

Dalam surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno selaku ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka per tanggal 11 Februari 2020, ada beberapa poin yang diduga dimanipulasi oleh Anies Baswedan.

Pertama, lanjut Prasetio Edi Marsudi, dalam surat bernomor 61/-1.857.23 perihal Tindak Lanjut Persetujuan Komisi Pengarah atas Penyelenggaraan Formula E Tahun 2020 di Kawasan Medan Merdeka, tertulis dalam rangka menjaga kelestarian dan cagar budaya kawasan Medan Merdeka, Pemprov DKI telah memperoleh rekomendasi dari TACB DKI yang dituangkan dalam surat Kepala Dinas Kebudayaan.

Anies Kerahkan Seluruh Sumber Daya Demi Suksesnya Formula E

Namun ketika dikonfirmasi, ternyata Ketua TACB DKI Mundardjito menyatakan tidak pernah memberikan rekomendasi tersebut. Bahkan ia tidak pernah menandatangani surat rekomendasi terkait penyelenggaraan Formula e di Monas.

“Monas itu ada sejarah. Kami tidak mau menghambat yang namanya kegiatan internasional Formula E. Tetapi kami sebagai Ketua DPRD DKI dan Fraksi kami melihat ada manipulasi lagi. Seakan-akan Ketua TACB Pak Mundardjito ini mengiyakan, padahal belum dikonfirmasi. Nah ini juga yang saya tanyakan kepada Pak Sesneg, kenapa diperbolehkan,” kata Prasetio Edi Marsudi di kantor Kemsetneg, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020).

Formula E Tetap Perhatikan Kelestarian Cagar Budaya

Sebagai pimpinan dewan, ia merasa kecewa dan merasa dibohongi oleh Gubernur DKI Jakarta. Karena saat mengetok palu anggaran revitalisasi Monas, ia membayangkan revitalisasi Monas adalah memperbaiki bagian Monas yang sudah jelek.

Namun kenyataannya, justru di area selatan dijadikan sebuah plaza yang fondasinya dikasih aspal keras, sehingga mengurangi lahan serapan air di area tersebut.

Prasetio Edi Marsudi juga meminta Anies Baswedan menggelar Formula E tidak di Monas atau di Gelora Bung Karno (GBK) mengingat keduanya merupakan kawasan Cagar Budaya yang dilindungi pemerintah.

“Jangan ada di Monas atau GBK. Kita kan punya tempat sendiri di Ancol. Itu punya DKI. Kita perbaiki (Ancol) dan pariwisatanya kita juga dapat. Ini juga baik kok, tempatnya besar dan tidak tertutup. Penonton masuk, bisa dapat uang dari tiket atau hotel. Saya juga baru sehat nih kecapean mikirin masalah Jakarta, saya baca di media hari ini, ini enggak bener nih, makanya saya ketemu sama Mensetneg,” tutur Prasetio Edi Marsudi.

Prasetio mengaku kecewa dengan manipulasi surat rekomendasi tersebut. Anies kata dia, telah melakukan pembohongan publik. "Saya sebagai Ketua DPRD merasa kecewa dan saya ini adalah pembohongan publik,” tegas politikus PDI Perjuangan ini.

Ketika ditanya apakah Setneg mengetahui perihal manipulasi surat rekomendasi tersebut, Prasetio Edi Marsudi mengatakan Setneg tidak tahu. "Nggak tahu. Saya minta masukan dengan Pak Sesmen (Sekretaris Menteri Setneg) yang waktu itu bertemu dengan Pak Anies langsung. Kan mereka yang merupakan tim pengarah,” ungkap Prasetio Edi Marsudi.

Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta Mundardjito mengaku tak merekomendasikan pegelaran Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Hal ini berbeda dengan surat dari Gubernur Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno. "Saya nggak tahu, kita nggak bikin, saya ketuanya kan,” kata Mundardjito saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Terkait rekomendasi itu, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta sudah memberi penjelasan. Disbud mengakui tak melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta untuk penyelenggaraan Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Tindakan itu berbeda dengan isi dalam surat Gubernur Anies Baswedan kepada Mensesneg Pratikno.



Sumber: BeritaSatu.com