KLHK Dorong Pemkot Bogor Wujudkan Target Naturalisasi Ciliwung

KLHK Dorong Pemkot Bogor Wujudkan Target Naturalisasi Ciliwung
Masyarakat Sempur, Kota Bogor masih melakukan aktivitas di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor mulai lakukan aksi normalisasi sungai. (Foto: BeritaSatu Photo / Vento Saudale)
/ FER Sabtu, 15 Februari 2020 | 21:39 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mewujudkan tiga target program Naturalisasi Ciliwung.

Solusi Banjir Jabodetabek: Lebarkan Sungai

Adapun ketiga target program Naturalisasi Ciliwung tersebut, yakni peningkatan kualitas hidup, pencegah bencana, serta tujuan wisata.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan, KLHK menugaskan Pemkot Bogor untuk membangun eco-rivarian di tepi Sungai Ciliwung. Pembangunan taman ini, dinilai dapat mencegah banjir, menjadi obyek wisata, sekaligus meningkatkan kualitas hidup manusia.

"Pembangunan eco-rivarian itu dengan penanaman pohon di tepi kali dan desain menjadi obyek wisata," kata Bima Arya, di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (15/2/2020).

Ini Strategi Pemprov DKI Kendalikan Banjir

Bima Arya menjelaskan, eco-rivarian yang akan dibangun konsepnya adalah ruang budaya dan lingkungan hidup dengan tujuan sebagai wadah interaksi sosial masyarakat, penataan vegetasi dan bangunan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

"Ruang budaya yang dibangun disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, yakni ruang budaya Sunda dan Tionghoa," jelas Bima Arya.

Sementara itu, Dirjen PPKL KLHK, MR Karliansyah, mengatakan, berdasarkan data di KLHK, peningkatan kualitas hidup di beberapa ruas Sungai Ciliwung sudah ada peningkatan baku mutu, dari kelas IV naik menjadi kelas II.

"Jika sungainya bersih, masyarakatnya sehat, produktivitasnya tinggi, maka Indonesia akan maju,” tegas Karliansyah.



Sumber: ANTARA