Bapeten Tunggu Hasil Uji Radiasi Sembilan Warga Batan Indah

Bapeten Tunggu Hasil Uji Radiasi Sembilan Warga Batan Indah
Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/2/2020). Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan memastikan temuan Bapeten tentang adanya zat radioaktif di area kosong Komplek Batan Indah tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy, dan hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tersebut tetap beroperasi dengan aman dan lancar. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
Ari Supriyanti Rikin / JAS Rabu, 19 Februari 2020 | 20:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) masih menunggu hasil uji paparan radiasi terhadap sembilan warga Perumahan Batan Indah. Jika ditemukan ada satu atau lebih warga yang terpapar radiasi, jumlah warga yang akan kembali diperiksa akan bertambah.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan mengatakan, hingga Rabu (19/2) Bapeten belum menerima hasil pemeriksaan whole body counting (WBC) sembilan warga Batan Indah.

"Kita akan melihat hasil WBC sembilan warga, jika tidak ditemukan kontaminasi maka dipastikan warga secure (aman), " katanya di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Namun, kalau ternyata ada satu atau sebagian atau seluruhnya terkontaminasi Cesium (Cs-137) maka Bapeten akan menambah jumlah warga untuk dilakukan pemeriksaan lagi.

Pemeriksaan dilakukan di laboratorium Pusat Teknologi Keselamatan dan Meteorologi Radiasi (PTKMR) Batan. Pemeriksaan sudah dilakukan Senin (17/2/2020). Ditargetkan hasil uji rampung 2-3 hari.

Uji radiasi dilakukan pascaditemukannya paparan radioaktif di sebidang tanah kosong di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Selain uji radiasi terhadap warga, upaya pembersihan atau dekontaminasi tanah dan vegetasi yang terkontaminasi paparan Cs-137 sudah dilakukan lebih dari sepekan.

Pembersihan dilakukan Bapeten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Tanah kerukan dan vegetasi yang terkontaminasi dimasukkan ke dalam drum untuk selanjutnya dikirim ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Batan di kawasan Puspiptek, Serpong. Hingga Rabu (19/2/2020) sudah ada 275 drum sejak hari pertama dekontaminasi.

Indra berharap, proses pengerukan bisa lebih cepat dari target awal 20 hari. Apalagi sudah ada bantuan alat berat dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Menurutnya, proses pengerukan tanah terkontaminasi ini dilakukan dengan hati-hati, sesuai prosedur untuk meminimalisasi paparan radiasi para pekerja Batan yang berada di lokasi.

Meskipun dari hasil pengukuran, tingkat radiasi sudah menurun dan batas aman diperluas, para pekerja tetap dibatasi durasi pekerjaannya. Pekerja dekontaminasi dibagi menjadi 3-4 kelompok dan berganti sejam sekali.

"Pekerjaan ini butuh kehati-hatian, jadi terkesan waktunya panjang. Selain itu hujan jadi kendala karena pekerjaan harus dihentikan sementara," ucapnya.

Sementara itu, terkait penyelidikan, Bapeten bekerja sama dengan kepolisian. Semua data pengguna atau pemegang izin Cs-137 sudah diserahkan ke kepolisian.

Indra menyebut, pihak kepolisian yang punya kewenangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Bapeten hanya membantu memberikan data. Selama ini pun monitoring pengguna nuklir disebutnya dilakukan Bapeten sesuai prosedur internasional.

Untuk hasil uji radiasi warga pun, Bapeten akan berkoordinasi dengan kepolisian apakah ada informasi yang perlu disampaikan atau ada informasi yang terkait penyelidikan dan tidak bisa disampaikan secara utuh. Bapeten mengaku menghormati standar prosedur kepolisian dalam penyelidikan untuk menelusuri lebih lanjut kasus ini.

Turun 90 Persen

Sebelumnya, Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan menyebut tingkat radiasi di tanah kosong Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan sudah berkurang 90 persen.

Ia berharap, pembersihan (clean up) bisa segera rampung mengingat tingkat radiasi yang mulai turun.

Dalam keterangan tertulisnya, Anhar berpesan agar petugas Batan menjaga kondisi kesehatan dan mematuhi prosedur keselamatan dalam bekerja.

"Kepada para petugas  clean up agar tetap semangat, ini adalah pekerjaan menyelamatkan masyarakat," katanya.

Anhar menegaskan, dalam melakukan pekerjaan seperti ini, faktor keselamatan menjadi yang utama. Proses pembersihan atau dekontaminasi dilakukan di tanah kosong kawasan Perumahan Batan Indah. Dekontaminasi dilakukan setelah Bapeten memantau adanya tingkat radiasi tinggi di lokasi.

Dalam upaya pembersihan, Anhar juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang telah membantu dalam proses pembersihan.

Saat ini proses clean up sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Penurunan paparan sudah lebih dari 90 persen. Diharapkan kegiatan dekontaminasi ini akan segera berakhir sebab paparannya sudah menurun.

Anhar berharap, masyarakat tidak perlu khawatir dan dapat beraktivitas seperti biasanya. "Insyaallah ujian ini akan dapat memajukan kita semua. Saat ini kita semua bekerja membersihkan lingkungan demi keselamatan semua warga," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com