Banjir Jakarta, Curah Hujan Ekstrem Tercatat di Kemayoran

Banjir Jakarta, Curah Hujan Ekstrem Tercatat di Kemayoran
Ilustrasi hujan. ( Foto: Antara )
Ari Supriyanti Rikin / CAH Selasa, 25 Februari 2020 | 11:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem selama 24 jam, sejak Senin (24/2) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (25/2/2020) pukul 07.00 WIB. Akibatnya sebagian besar wilayah Jakarta terendam banjir. 

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengatakan, hujan lokal lebih dominan terjadi.

"Sebenarnya ada juga kondisi hujan lebat di daerah hulu. Namun untuk beberapa kejadian banjir memang dominan dari hujan lokal," katanya di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Baca Juga: BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Alami Hujan Ekstrem

Catatan curah hujan tertinggi terpantau di Stasiun Meteorologi Kemayoran 278 mm per hari, pintu air Pulo Gadung 260 mm per hari, Pulomas 245 mm per hari, Manggarai 209 mm per hari, Halim Perdana Kusuma 205 mm per hari, Sunter Timur Ini Kodamar 165 mm per hari, Setiabudi Timur 150 mm per hari. Hujan dengan intensitas lebih dari 150 mm per hari tergolong ekstrem.

Sedangkan hujan kategori sangat lebat tercatat di Pasar Minggu, Waduk Melati, Tomang, Kedoya, Pompa Cideng, Karet, Curug, Istana, Pakubuwono, Teluk Gong, Tangerang dan Sunter Hulu. Catatan curah hujan di wilayah ini di antara 100-150 mm per hari (sangat lebat).

Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi dominannya pertumbuhan awan dan hujan lokal terjadi. Faktor tersebut antara lain adanya perpaduan dari faktor global seperti monsoon, Madden Julian Oscalliation (MJO), serta dingin dan faktor lokal berupa daerah pertemuan angin.

Sementara itu, munculnya siklon tropis Ferdinand yang terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat memberikan dampak tidak langsung berupa daerah pertemuan angin yang dapat menyebabkan pertumbuhan awan hujan. Siklon tropis ini diperkirakan bergerak ke selatan daya menjauhi wilayah Indonesia.

Fachri menambahkan, BMKG memperkirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi hingga awal April 2020



Sumber: BeritaSatu.com