BPBD DKI: Banjir Jakarta karena Curah Hujan Lokal Lebat Hingga Ekstrem

BPBD DKI: Banjir Jakarta karena Curah Hujan Lokal Lebat Hingga Ekstrem
Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi kawasan Bundaran Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa pagi, 25 Februari 2020. ( Foto: ANTARA FOTO/Winda Wahyu Fariansih )
Yustinus Paat / JAS Selasa, 25 Februari 2020 | 16:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdatin BPBD) Provinsi DKI Jakarta Mohammaf Insyaf menilai penyebab banjir Jakarta sejak Senin (24/2/2020) malam hingga Selasa (25/2/2020) pagi adalah curah hujan lokal yang lebat sampai ekstrem. Menurut Insyaf, curah hujan tersebut menyebabkan beberapa pintu air mengalami kenaikan status siaga dan sungai meluap.

"Curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang terjadi di wilayah Dki Jakarta dengan curah hujan tertinggi yang terukur oleh stasiun BMKG sebesar 278 mm/hari di Stasiun Meteorologi Kemayoran, sehingga menyebabkan beberapa pintu air mengalami kenaikan status siaga dan sungai meluap," ujar Insyaf dalam keterangannya, Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan peta sebaran hujan Jabodetabek Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Senin (24/2) Pukul 07.00 WIB sampai dengan Selasa (25/2) Pukul 07.00 WIB, curah hujan ekstrem (>150mm/hari) terjadi pada 7 (tujuh) stasiun, yaitu Stasiun Meteorologi Kemayoran (278 mm/hari), Pintu Air Pulo Gadung (250 mm/hari), Pulomas (245 mm/hari), Manggarai (209 mm/hari), Halim PK (205 mm/hari), Sunter Timur 1 Kodamar (165 mm/hari), Setiabudi Timur (150 mm/hari).

Kndisi Tinggi Muka Air (TMA) hingga pukul 13.00 WIB
Awas/Siaga 1: Angke Hulu (330/ Mendung), Karet (680/Mendung Tipis), (Waduk Pluit 85/ Mendung )
Siaga/Siaga 2: Manggarai (915/Mendung Tipis)
Waspada/Siaga 3: Pasar Ikan, Sunter Hulu, pulo Gadung
Normal/Siaga 4: Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Cipinang Hulu



Sumber: BeritaSatu.com