Anies Tepis Tudingan Komersialisasi TIM

Anies Tepis Tudingan Komersialisasi TIM
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Carlos KY Paath / FER Kamis, 27 Februari 2020 | 16:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan tidak akan mengomersilkan Taman Ismail Marzuki (TIM). 

Baca Juga: Anies Tegaskan Tidak Akan Bangun Hotel di TIM

"Pendapatan sumber yang lain bisa lebih tinggi, bukan kebudayaan dicari untung. Ini sebenarnya tidak ada untungnya, tapi manfaatnya besar. Negara tidak hadir mencari untung, melainkan melaksanakan konstitusi," kata Anies saat rapat dengan Komisi X DPR di Ruang Komisi X, Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Anies pun menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memiliki pendapatan daerah sumber lain. "Apakah berorientasi komersial? Tidak. Buktinya, kemarin contoh dinas kebudayaan dan pariwisata jadi satu. Hal itu tujuannya dalam rangka memisahkan kebudayaan agar tidak bercampur dengan komersial, maka dipisah dengan pariwisata," sebut Anies.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, meminta anggaran revitalisasi Taman Ismail Mazuki (TIM) digunakan tepat sasaran. Prasetio mengklaim, DPRD DKI sama sekali tidak pernah menghambat revitalisasi TIM.

Baca: Penuhi Undangan Komisi X DPR, Anies: Sudah Lama Enggak ke Sini

Sementara itu, Ketua Komisi X Syaiful Huda berharap Anies membuat peraturan gubernur (pergub) menyangkut revitalisasi TIM.

"Supaya gubernur siapa pun yang akan datang sudah merujuk pada pergub yang sudah pernah dibikin oleh Mas Anies,” kata Syaiful.

Syaiful menambahkan, Anies dan DPRD DKI perlu meningkatkan komunikasi dan koordinasi. "Diskusi, komunikasi melibatkan banyak pihak, menurut saya jaminan yang terbaik. Pelibatan budayawan dan seniman di TIM harus sampai pada desain yang akan dibangun di sana,” ucap Syaiful.

Syaiful juga mengatakan isu akan dibangunnya hotel bintang lima telah diluruskan oleh Anies. "Ini harus jadi kesepahaman bersama dan komitmen bersama tidak ada hotel, yang ada adalah wisma,” kata Syaiful.



Sumber: BeritaSatu.com