Anies Rumahkan ASN Terindikasi Corona, Gaji dan Tunjangan Utuh

Anies Rumahkan ASN Terindikasi Corona, Gaji dan Tunjangan Utuh
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta, termasuk para ASN hingga pegawai kontrak, untuk memperhatikan dirinya sendiri dan koleganya bila ada yang memiliki gejala corona. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Rabu, 11 Maret 2020 | 17:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta, termasuk para ASN hingga pegawai kontrak, untuk memperhatikan dirinya sendiri dan koleganya bila ada yang memiliki gejala corona.

Anies meminta semua ASN yang memiliki gejala corona untuk melapor ke Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melalui atasannya.

"Pemprov DKI juga melakukan langkah-langkah untuk mencegah bila terjadi di jajaran. Bila di jajaran Pemprov DKI ada pribadi yang memiliki gejala seperti corona, maka atasannya dan yang bersangkutan harus melapor ke Dinas Kesehatan," kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Kemudian, jika Dinas Kesehatan menyatakan agar yang bersangkutan mengisolasi diri, maka dia harus mengikuti arahan Dinkes, termasuk beristirahat di rumah.

"Bila Dinkes mengatakan yang bersangkutan harus melakukan pemeriksaan dan harus isolasi diri sambil menunggu hasil, maka Pemprov DKI mewajibkan dia mengikuti semua instruksi Dinkes," ujar Anies.

Dia memastikan PNS yang harus mengisolasi diri karena memiliki gejala mirip corona tak akan dipotong gajinya. Begitu juga tunjangan kinerjanya meski harus bekerja dari rumah. Imbauan ini berlaku bagi PNS DKI, pegawai BUMD, dan pegawai kontrak di DKI.

"Dan bila isolasi diri, tidak ada pemotongan gaji dan tidak ada pemotongan tunjangan kinerja, karena beradanya di rumah adalah untuk menyelamatkan dirinya dan kolega, tetangga, lingkungan. Bukan tidak berada di kantor, tapi harus mengikuti prosedur karantina yang ditetapkan oleh Dinkes," jelas Anies.

Anies juga meminta imbauan ini diberlakukan di kantor-kantor di Jakarta, untuk memastikan pegawainya yang terindikasi corona tak perlu dipotong gajinya karena tak bekerja di kantor.

"Jadi seluruh jajaran baik BUMD, ASN, maupun pekerja kontrak semuanya sama, tidak ada pemotongan gaji dan TKD bila mereka harus lakukan self quarantine," lanjut Anies.



Sumber: BeritaSatu.com