PDIP Libatkan BNN untuk Tes Urine Calon Ketua PAC Jakarta

PDIP Libatkan BNN untuk  Tes Urine Calon Ketua PAC Jakarta
DPD PDIP DKI Jakarta menggelar uji kepatutan dan kelayakan dengan melibatkan BNN, Minggu (15/3/2020) ( Foto: Beritasatu.com / Istimewa )
Yustinus Paat / RSAT Minggu, 15 Maret 2020 | 18:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon ketua Pengurus Anak Cabang se-DKI Jakarta, Minggu (15/3/2020). Proses tersebut dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta, di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Gembong Warsono menyampaikan, BNN dilibatkan dalam uji kalayakan dan kepatutan untuk mendapatkan calon ketua, sekretaris, dan bendahara PAC PDI Perjuangan yang berkualitas dan bersih dari narkotika.

"Kami menerjemahkan keinginan Ibu Ketua Umum untuk konsisten mendukung pemberantasan narkoba," kata Gembong, di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Gembong menjelaskan, seluruh calon pimpinan PAC DKI Jakarta wajib menjalani tes urine yang dilakukan BNN. Setelah itu, para calon pimpinan PDI Perjuangan di tingkat kecamatan tersebut mengikuti tes tertulis dan diwawancara oleh pimpinan DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Hasil dari uji kelayakan dan kepatutan, kata Gembong, akan dibahas dalam rapat pleno DPD. Selanjutnya DPD Partai akan menetapkan rekomendasi yang disampaikan dalam musyawarah anak cabang.

Gembong memastikan semua tahapan pemilihan calon pimpinan PAC terlaksana dengan transparan.

"Ini bukti kaderisasi kita berjalan baik. Kita buat terobosan cari pemimpin yang berkualitas, berideologi kuat, dan tidak menggunakan narkoba," ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta tersebut.

Gembong melanjutkan, semua tahapan pemilihan pimpinan PAC ini juga menjadi salah satu kunci kemenangan PDI Perjuangan saat pemilu. Sesuai instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, seluruh kader PDI Perjuangan wajib menjaga kepercayaan rakyat untuk mewujudkan tiga kemenangan beruntun pada Pemilu 2024.

"Semua calon pimpinan kita uji kemampuannya dalam memetakan karakteristik daerahnya. Ketika pemetaan itu benar, maka strateginya akan tepat," pungkas Gembong. 



Sumber: BeritaSatu.com