Wiranto Resmikan Museum Bang Yos di Bekasi

Wiranto Resmikan Museum Bang Yos di Bekasi
Peresmian Museum Bang Yos di kediaman rumah mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, Jalan Kalimanggis Nomor 100, Jatisampurna, Kota Bekasi, Minggu (15/3/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / FER Minggu, 15 Maret 2020 | 19:18 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jenderal (Purn) Wiranto, meresmikan Museum Bang Yos, Minggu (15/3/2020).

Museum ini berlokasi di kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta, yang beralamat di Jalan Kalimanggis Nomor 100 Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tak terlalu jauh dari belakang Plaza Cibubur, Kranggan.

Baca: Wiranto Benarkan 9 Wantimpres Belum Laporkan Kekayaan

Museum Bang Yos ini menceritakan semangat perjuangan hidup yang dialami Bang Yos selama meraih cita-cita dalam berkarier di militer, kepala daerah hingga pemimpin partai politik.

"Museum ini dapat memberikan semangat bahwa perjuangan hidup tak perlu berhenti. Hidup ini satu anugerah dari Tuhan, dihadapai dengan senang hati dan jangan berhenti berjuang. Saya kira, ini bagian dari arti Museum Bang Yos,” ujar Wiranto, di sela-sela peresmian museum.

Dia berharap, semangat yang disajikan dalam Museum Bang Yos ini dapat menular kepada para pengunjung, masyarakat dan tentunya generasi muda.

Selain Wiranto, hadir tokoh nasional di antaranya Jenderal (Pur) Agum Gumelar serta Theo L Sambuaga. Politisi senior Partai Golkar ini, menyambut positif peresmian Museum Bang Yos, yang mengoleksi foto, penghargaan, lukisan bahkan senjata berburu binatang milik Bang Yos.

"Seorang pejabat publik menceritakan karier dan pengalamanannya semasa sekolah. Museum ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat luas, terutama generasi yang lebih muda,” ujar Theo L Sambuaga.

Menurut Theo, pria yang akrab disapa Bang Yos ini pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta dua priode, Ketua Umum PKPI, karier militernya yang cemerlang.

Baca: Hindari Penyebaran Corona, Museum Macan Tutup

"Saya kenal beliau sejak 1990-an, saat saya menjadi anggota DPR RI selama 20 tahun di Komisi I, pada umumnya mengenal dekat sosok Sutiyoso, apalagi saat menjabat Pangdam Jaya dan Gubernur DKI,” tuturnya.

Di mata rekan-rekannya, Sutiyoso menjadi sosok yang tegas, terus terang apa adanya dan bersahabat dengan siapa saja. "Saya berharap, Sutiyoso terus memberikan motivasi kepada generasi muda baik di militer maupun generasi muda pada umumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bang Yos mengaku, museum ini didirikan untuk berbagi pengalaman kepada generasi muda. Baginya, pengalaman adalah guru terbaik untuk semua orang.

“Meniti kehidupan dan karier saya, tidak semulus yang dibayangkan orang dan tak semudah yang dibayangkan orang, karena asal-usul saya dari anak desa, anak miskin,” imbuhnya saat menceritakan latar belakang pendirian Museum Bang Yos.

Orangtua hanya seorang guru Sekolah Rakyat (SD) yang gajinya tak seberapa. Lulus SD saat itu, kata Bang Yos, perlu perjuangan yang berat sekali. "Sangat berat sekali bisa lulus SD, SMP, SMA, kuliah umum hanya dua tahun karena tidak sesuai dengan hati nurani saya. Akhirnya, terjawab saya harus ke militer,” bebernya.

Dari tentara, berlanjut ke karier politik menjadi gubernur dan pemimpin partai. "Nah, perjalanan hidup saya ini sungguh sayang kalau lewat begitu saja karena bisa dijadikan pelajaran yang berharga seperti apapun keadaan ekonomi kita, kalau punya kemampuan keras dan kepercayaan diri yang kuat maka halangan itu bisa dilewati,” ungkap Bang Yos.

Baca: Terkait Enzo Allie, Sutiyoso Harap Seluruh Pihak Bersikap Adil

Dia menegaskan, karier seseorang di bidang apapun tak akan bisa diraih dengan cara yang asal-asalan tapi harus dijalani dengan kerja keras dan percaya diri. Semua pengalaman Bang Yos ini tergambar dalam dalam Museum Bang Yos. Persiapan selama empat tahun untuk mengumpulkan foto-foto, semua dokumen berharga yang dipajang di dalam museum termasuk kendaraan pribadi roda empat dan roda dua Bang Yos.

“Museum ini dibuka untuk umum dengan catatan, berkunjung di saat hari libur dan dalam rombongan (bukan perorangan), terutama bagi para pelajar atau murid sekolah,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com