Cegah Penyebaran Corona, Anies Kurangi Layanan Transportasi

Cegah Penyebaran Corona, Anies Kurangi Layanan Transportasi
Anies Baswedan. ( Foto: Antara )
Ahmad Salman / Hotman Siregar / AIS Senin, 16 Maret 2020 | 06:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona di Ibu Kota. Kebijakan tersebut, antara lain pengurangan layanan angkutan umum, penutupan tempat wisata, peniadaan car free day, CFD, hingga pengubahan pola belajar.

“Kita ingin menyampaikan pelayanan kendaraan umum di Jakarta akan mengalami perubahan, kita menurunkan secara ekstrem kapasitas pelayanan,” ungkap Gubernur Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Gubernur mencontohkan jadwal MRT semula keberangkatannya tiap 5 menit dan 10 menit diubah mulai menjadi tiap 20 menit. Rangkaian MRT yang tiap hari ada 16 rangkaian akan berubah hanya menjadi 4 rangkaian yang beroperasi. Waktu operasi berubah dari 05.00-24.00 menjadi 06.00-18.00.

Hal serupa juga dilakukan pada pelayanan LRT Jakarta, yang semula keberangkatan tiap 10 menit sekarang berubah tiap 30 menit dan waktu operasinya yang semula dari pukul 05.30-23.00 diubah menjadi 06.00-18.00.

“Begitu juga Transjakarta yang saat ini melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan menjadi 13 rute dan keberangkatnya setiap 20 menit, jam operasi TJ yang semula 24 jam diubah menjadi 06.00-18.00 lalu pelayanan bus sekolah selama dua minggu ke depan ditiadakan karena kita ubah pelayanan itu untuk kebutuhan masyarakat,” paparnya

Ada pembatasan orang yang masuk stasiun MRT dan halte Transjakarta dengan tujuan mengurangi potensi interaksi yang ada dan potensi penularan. Pada setiap stasiun dan halte juga akan ada pemeriksaan suhu tubuh. Penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius akan ditempatkan di ruang tertentu untuk ditangani lebih jauh. Pengelola MRT, LRT, dan Transjakarta, menyediakan cairan pembersih tangan, sehingga masyarakat bisa menggunakannya.

“Kami berharap seluruh warga Jakarta menaati. Kalau kita menaati ini, maka Jakarta tak perlu ditutup. Kenapa? Karena warganya sudah memilih untuk tinggal di rumah mengurangi interaksi fisik,” tambahnya.

Gubernur juga berharap masyarakat bisa menyesuaikan dengan pelayanan transportasi umum massal yang baru ini sehingga penyebaran Covid-19 dapat lebih ditekan.

“Kepada masyarakat saya berharap bisa menyesuaikan dengan jadwal transportasi umum yang baru dan kita berharap jika ada pertanyaan hubungi 112,” pesannya.



Sumber: Beritasatu TV