Berdampak pada Ekonomi, Kota Bogor Belum Berencana Lockdown

Berdampak pada Ekonomi, Kota Bogor Belum Berencana Lockdown
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menujukan surat edaran penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sela-sela acara kerja bakti pencegahan penyebaran virus corona di Stasiun Besar Bogor, Minggu, (15/3). ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / IDS Senin, 16 Maret 2020 | 10:50 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Sebagai kota penyangga, Kota Bogor masih tergantung perekonomian jasa dan pariwisata. Oleh karena itu, Pemkot Bogor belum memiliki rencana untuk melakukan lockdown (isolasi) terhadap wilayahnya.

"Pertimbangan banyak, karena dampak permasalahan ekonominya," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Minggu (15/3/2020).

Dedie menyebut, jika diberlakukan lockdown hal itu akan turut berimbas kepada aktivitas masyarakat terutama yang menggunakan transportasi KRL commuter line.

"Ada 280.000 orang menggunakan KRL setiap hari. Dari 400 trip dan 6 menit sekali, orang datang dan keluar Stasiun Bogor. Dari jumlah itu paling sekitar 40.000 saja warga Kota Bogor," jelas Dedie.

Selain itu, dampak pariwisata pun juga akan berimbas, salah satunya dari perhotelan. Karena menurut laporan dari PHRI, okupansi hotel di Kota Bogor sudah mengalami penurunan akibat virus corona.

"Data dari PHRI secara nasional maupun wilayah di Kota Bogor memang ada penurunan okupansi, tapi kita upaya agar penurunan tidak drastis," ungkapnya.

Pemkot Bogor pun masih memilih upaya mencegah penyebaran virus corona dengan menyadarkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

"Teman-teman di sekitar wilayah Kota Bogor seperti Kabupaten Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi juga harus ikut meningkatkan kewaspadaan, untuk membantu pemerintah pusat mencegah risiko penyebaran Covid-19," pungkas Dedie.



Sumber: BeritaSatu.com