Anies: 25 Tenaga Medis Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Anies: 25 Tenaga Medis Positif Corona, 1 Meninggal Dunia
Cegah Corona, Anies Imbau Taati Arahan Pemerintah ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Yustinus Paat / RSAT Jumat, 20 Maret 2020 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan  terdapat 25 tenaga medis di Jakarta yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona dan satu di antaranya telah meninggal dunia. Anies mengatakan mereka terjangkit dalam menjalankan tugasnya merawat pasien yang tertular virus corona.

"Para tenaga medis itu kerja siang malam, dan saat ini sudah ada 25 tenaga medis yang terkonformasi positif dan 1 meninggal," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Anies mengimbau kepada masyarakat Jakarta untuk menghargai dan menghormati kerja dari tenaga medis yang siang malam melayani pasien. Salah satu caranya, kata Anies dengan menghentikan aktivitas di luar rumah dan tetap berada di rumah minimal 2 pekan ke depan.

"Bila kita ingin membantu saudara-saudara kita yang bekerja menyembuhkan, merawat, cara mengurangi beban mereka adalah dengan tinggal di rumah. Beredar itu foto yang mengatakan, 'izinkan kami (tenaga medis) berjuang di rumah sakit, bagian Anda adalah tinggal di rumah'. Ini adalah pesan yang sangat powerfull dari mereka," jelas Anies.

Anies menegaskan, mau tidak mau semua pihak di Jakarta harus bersatu mencegah penularan virus corona. Pasalnya, jika jumlah kasusnya terus meningkat, maka sistem kesehatan di DKI bakal tidak bisa melayani semua pasien yang tertular virus corona.

"Daya respon kita memiliki ambang batas karena jumlah rumah sakit, jumlah tenaga medis yang tak seiring jumlah kasus. Karena itu jika kita ingin sehat, maka kurangi jumlah penderita, dan mengurangi jumlah penderita itu dengan mengurangi penularan," ungkap Anies.

Menurut Anies, di Jakarta terdapat 17.500 dokter dan 27.000 perawat serta 900-an tenaga kesehatan masyarakat yang siap melayani pasien yang terpapar corona. Namun, saat ini, kata dia, pihaknya menghadapi jumlah warga yang datang merawat ke rumah sakit sangat banyak.

"Kemampuan dari sistem kesehatan di ibu kota ini ada batasnya. Ini berbeda kalau kita punya kasus corona 1 atau 2 saja. Ini sudah merupakan pandemik dan di Jakarta percepatannya tinggi karena interaksi tinggi," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com