Ini Upaya Kota Bekasi Tekan Penyebaran Covid-19

Ini Upaya Kota Bekasi Tekan Penyebaran Covid-19
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjajal fasilitas cuci tangan portabel. Pemkot Bekasi bersama Polri dan TNI berupaya menekan penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kota Bekasi dengan menyediakan tempat cuci tangan portable, Senin (23/3/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Senin, 23 Maret 2020 | 15:02 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Setelah terjadi lonjakan warga yang terjangkit positif virus corona (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama Polrestro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Kota Bekasi gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari kegiatan yang bersifat kerumuman warga.

Setelah menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah bagi pelajar di tingkat PAUD, TK, SMP, hingga SMA, sejak pekan lalu. Begitu juga dengan aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari rumah.

Bahkan, semua tempat hiburan malam, bioskop atau tempat-tempat yang dijadikan lokasi berkumpulnya warga, telah diminta tidak beroperasi hingga akhir Maret ini.

Kini, Pemkot Bekasi mulai melarang para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di dalam pasar tradisional maupun di luar lingkungan pasar seperti di jalan, trotoar, tempat parkir. Pengelola pasar bersama dengan pedagang pasar melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran Covid-19. Bagi pemilik kios (bukan PKL) masih diperbolehkan berdagang dengan mengikuti kebijakan Pemkot Bekasi.

“Pedagang wajib menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (23/3/2020).

Pelarangan terhadap para PKL di area pasar tradisional, berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penyediaan Cuci Tangan Portabel

Wali Kota Bekasi menyediakan tempat cuci tangan portabel di beberapa titik, pusat-pusat keramaian seperti perbelanjaan, rumah sakit, terminal dan stasiun kereta.

“Kita distribusikan tempat pencuci tangan di pusat-pusat keramaian sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Rahmat Effendi berpesan kepada masyarakat, apabila merasa tidak sehat dan muncul gejala pneumonia seperti sesak napas, demam, batuk, dan pilek, diminta segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. “Disarankan, warga memeriksakan ke rumah sakit rujukan terdekat yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Pemkot Bekasi hari ini menyediakan tempat cuci tangan portabel di RSUD dr Chasbullah Abdulmajid, Terminal Induk Kota Bekasi, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Kranji. Pengisian air dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot. Dua hari yang lalu, Rahmat Effendi bersama jajaran Polrestro Bekasi Kota dan TNI sudah melakukan ujicoba penyediaan cuci tangan portable di Mega Bekasi Hypermall.

Sementara itu, Polrestro Bekasi Kota bersama Kodim 0507/Kota Bekasi terus melakukan imbauan kepada warga untuk menghindari aktivitas di luar rumah, kecuali sangat mendesak dan penting.

“Ternyata masih banyak warga yang melakukan kegiatan atau kongkow di luar rumah. Kami mengimbau, kepada masyarakat Kota Bekasi sebaiknya mengikuti program pemerintah, cukup melakukan aktivitas di dalam rumah saja, hindari kegiatan yang tidak penting seperti kongkow-kongkow hingga malam hari, karena akan menambah penyebaran Covid-19,” kata Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota, AKBP Arman.

Berdasarkan data terbaru, jumlah positif virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi sebanyak 15 orang (sebelumnya, 9 orang positif), orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 137 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 66 orang, satu orang meninggal dunia di Jatiasih. Lonjakan warga yang terjangkit virus corona ini, membuat Kota Bekasi masuk zona merah penyebaran virus corona.



Sumber: BeritaSatu.com