Anies Baswedan: DKI Sudah Jalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Anies Baswedan: DKI Sudah Jalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya memberikan keterangan pers di Balai Kota, Jakarta, Kamis 26 Maret 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / JAS Senin, 30 Maret 2020 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa Provinsi DKI Jakarta sudah menjalankan pembatasan sosial berskala besar sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo. Menurut Anies Baswedan, DKI Jakarta sudah melakukan pembatasan sosial seperti diamanatkan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan selama dua pekan.

"Jadi selama dua pekan ini kita melaksanakan seperti Pasal 59 dalam UU Nomor 6 yang biasa disebut sebagai pembatasan sosial berskala besar," ujar Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Anie mengatakan, sesuai dengan Pasal 59 ayat (3) UU Kekarantinaan Kesehatan, disebutkan ciri-ciri pembatasan sosial berskala besar, antara lain peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat umum dan faslitas umum. Anies mengaku hal-hal tersebut sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Ini adalah contoh yang selama 2 pekan ini sudah kita lakukan," tandas dia.

Menurut Anies Baswedan, umumnya pembatasan tersebut bersifat imbauan seperti penutupan aktivitas kantor dan pembatasan kegiatan keagamaan. Pihaknya belum bisa menerapkan sanksi jika ada pihak yang tidak mematuhi imbuan tersebut karena belum mempunyai payung hukum yang memadai.

"Karena itulah kewenangannya terbatas kita makanya berharap ada ketetapan hukum sehingga kita bisa melakukan penegakan atau enforcement," pungkas Anies Baswedan. 



Sumber: BeritaSatu.com