Begini Cara Jurnalis Kota Bogor Meliput Perkembangan Virus Corona

Begini Cara Jurnalis Kota Bogor Meliput Perkembangan Virus Corona
Posko crisis centre Kota Bogor di rumah dinas wali kota, Jalan Padjajaran No.42, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu 1 April 2020. ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Kamis, 2 April 2020 | 10:51 WIB

Bogor, Beritsatu.com - Seberapa sigap pemerintah daerah dalam menyajikan informasi virus corona yang saat ini terus berkembang? Selain memfasilitasi informasi dan data bagi warga masyarakat, posko crisis center corona juga membantu para pewarta pun di kala berlakunya physical distancing dan work from home (WFH).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor salah satunya yang menerapkan penyampaian informasi jarak jauh. Pusat Crisis Center Covid-19 Kota Bogor menggunakan rumah dinas wali kota di Jalan Padjajaran, No 42, Kota Bogor dan aktif setiap hari.

"Kami mengerti betul di masa saat berlakunya physical distancing dan work from home, keberadaan informasi jarak jauh menjadi sangat penting mengurangi disinformasi di tengah hoaks," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim ditemui di posko, Rabu (1/4/2020).

Guna menunjang informasi kepada masyarakat, pemkot menyediakan kanal http://www.covid19.kotabogor.go.id. Dari kanal tersebut semua warga akan bisa mengakses informasi terkait jumlah orang yang terpapar, sembuh, dalam perawatan, hingga sebaran virus berdasarkan wilayah.

“Khususnya web covid19.kotabogor kita update setiap pukul 14.00 setiap hari,” kata Kabag Prokompim Pemkot Bogor, Rudiana.

Selama dua bulan beroperasi, sudah 385.867 kunjungan ke kanal. Selain data jumlah, orang yang terpapar virus dalam kanal covid19.kotabogor pun menampilkan sejumlah imbauan dan fasilitas penunjang seperti rumah sakit, nomor tanggap darurat, hingga daftar pasar tradisional yang bisa akses secara daring.

Untuk informasi penunjang kinerja perwarta, crisis center Kota Bogor juga dimudahkan dengan penyajian data atau rilis yang tersedia di kanal. Untuk interaksi dengan pewarta, Pemkot mewadahi dengan grup WA grup.

Setiap hari pewarta bisa mengajukan berbagai pertanyaan kepada pemkot hingga pukul 11.00 dan selanjutnya tim humas akan merekap pertanyaan dan akan dijawab pada pukul 14.00. Jawaban bisa berbentuk rilis atau rekaman video.

“Kami tergabung dalam WA Grup sehingga ketika otoritas kesehatan menyajikan data covid harian, kami membahasnya terlebih dahulu, kemudian jubir menetapkan data yang akan dipublikasi,” terang Rudi.

Wawancara virtual pun bisa dilakukan melalui saluran Youtube. Wakil wali kota serta ketua gugus atau sekretaris daerah. Pewarta bisa langsung bertanya kepada narasumber usai memberikan paparan.

Salah seorang pewarta yang terbantu saat menjalankan WFH yakni Windi. Wartawati Pikiran Rakyat ini mendukung sistem kerja peliputan yang disiapkan Pemkot Bogor. Windi menilai, metode WAG dan saluran Youtube bisa menunjang kinerja dalam kebutuhan kantor dan produksi berita.

"Jauh hari sudah menerapkan WFH, karena selain itu ada bayi juga di rumah. Metodenya cukup menunjang pekerjaan sih. Tetapi, ada ketidakpuasan ketika wawancara sendiri langsung. Artinya, kalo bertemu kita bisa kejar jawaban apa yang kita mau," terang Windi.

Keberadaan posko pun, tidak lantas ramai orang. Setiap harinya, tidak lebih dari 10 orang yang diakomodiasi posko. Salah seorang anggota crisis center Tedy menuturkan, biasanya setiap hari Wakil Wali Kota Dedie berada di posko untuk memonitoring langsung perkembangan kasus covid-19.

Para petugas gugus pun berjaga secara bergilir dan terpenting harus tetap steril saat memasuki krisis senter. Sebelum masuk, setiap tamu wajib mencuci tangan, selanjutnya diukur suhu tubuh, dan melewati bilik desinfektan

"Baik anggota gugus atau tamu wajib menggunakan masker selama berada di area crisis center," ujar Tedy. Guna mendukung kinerja untuk penyampaian informasi. Para petugas, lanjut Tedy, diinstruksikan untuk selalu mengutamakan kesehatan.



Sumber: BeritaSatu.com