Pemilihan Wagub DKI Jakarta Berlangsung Tertutup

Pemilihan Wagub DKI Jakarta Berlangsung Tertutup
Ilustrasi sidang paripurna DPRD DKI Jakarta. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / JAS Minggu, 5 April 2020 | 17:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta Farazandi Fidiansyah mengatakan rapat paripurna pemilihan Wagub DKI pada Senin, 6 April 2020 di Gedung DPRD DKI akan berlangsung tertutup. Ruang pemilihan akan steril dan hanya dihadiri anggota DPRD dan undangan serta berlangsung paling lama 2 jam.

"Nanti, kita sifatnya tertutup, ruangan steril. Nggak ada (layar)," kata Farazandi saat dihubungi, Minggu (5/4/2020).

Bahkan, kata Farazandi, rapat paripurna tersebut tidak bisa diliput oleh para wartawan. Setelah selesai rapat, kata dia, wartawan baru bisa mendapatkan rekaman video acara rapat paripurnanya.

"Memang dari awal, nggak bisa liputan. Karena protapnya memang begitu. Kita mengikuti anjuran," tandas dia.

Menurut Farazandi, yang akan berada di dalam ruang pemilihan hanya Panlih, Gubernur DKI Anies Baswedan, kedua cawagub Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis, pimpinan dewan dan anggota dewan yang lain, akan masuk secara bergantian. Pasalnya, ruang pemilihan hanya memuat 54 orang.

"Pokoknya yang kami sedang disiapkan ini teknisnya maksimal 54 orang di dalam, kita terapkan jaga jarak, meja-meja steril, nggak ada yang lain. Paling hanya Pak Gubernur, cawagub dan pimpinan dewan, sisanya (anggota dewan) akan kita transit di ruangan steril, berjenjang saat pemilihannya," terang dia.

Lebih lanjut, Farazandi mengatakan rapat paripurna DPRD DKI tersebut tidak menyalahi aturan termasuk larangan untuk melakukan pertemuan di tengah wabah corona. Bahkan, kata dia, pihaknya sudah bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana untuk memberitahukan rapat tersebut.

"Bentuk ini (rapat paripurna) adalah tugas pemerintahan di kantor, kita nggak menggelar di luar kantor tetapi ada protokol yang harus diikuti seperti di DPR RI melaksanakan paripurna tak ada dibubarkan, tetapi juga memang tahapannya menerapkan jaga jarak, sterilasi, thermo gun," terang dia.



Sumber: BeritaSatu.com