Aturan Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Sampai 19 April

Aturan Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Sampai 19 April
Petugas Kepolisian Lalu Lintas, Sudinhub, bersama PKB & BBNKB Samsat di Kota Jakarta Utara melakukan penindakan terhadap pengemudi mobil yang melanggar aturan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari Raya, Kecamatan Pademangan, Senin (9/9/2019) pagi. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
/ CAH Minggu, 5 April 2020 | 23:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peniadaan aturan ganjil genap di wialayah Jakarta akan diperpanjang sampai 19 April 2020. Tujuannya untuk mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi agar terhindar dari penyebaran virus corona atau Covid-19 di kendaraan angkutan massal dan di ruang publik.

"Sistem pembatasan kendaraan bermotor dengan ganjil genap yang semula ditiadakan sampai dengan 5 April 2020, akan diperpanjang sampai dengan tanggal 19 April 2020," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2020).

Peniadaan kebijakan ganjil genap selama dua pekan terhitung sejak Senin 15 Maret 2020 sebagai salah satu langkah yang diambil oleh para stakeholder terkait dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Minggu (15/3/2020) telah menyampaikan peniadaan kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta.

"Kita menghapuskan dan mencabut kebijakan ganjil genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang minim menularkan (Covid-19). Kita cabut sementara serta akan kembali diberlakukan ketika kondisi sudah dalam kontrol kita," kata Anies.

Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak menggunakan transportasi umum dan menganjurkan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi saat Covid19 merebak di Indonesia.

Masyarakat tetap dapat menggunakan transportasi umum yang tersedia, namun diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan.



Sumber: ANTARA