Terdampak Covid-19, Tenaga Honorer di Tangsel Berharap Bantuan Pemerintah

Terdampak Covid-19, Tenaga Honorer di Tangsel Berharap Bantuan Pemerintah
Ilustrasi guru honorer. ( Foto: Antara )
Leonard AL Cahyoputra / FER Rabu, 8 April 2020 | 20:38 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 telah memberikan dampak ekonomi yang buruk kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Salah satunya, tenaga honorer di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Mereka berharap, ikut mendapat jaring pengaman sosial pemerintah bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi.

Baca: Virus Corona Ancam Stok Pangan dan Volatilitas Harga

Salah seorang tenaga honorer di bidang pendidikan kota Tangsel mengatakan, dirinya mendapat kabar dari Lurah di salah satu daerah Tangsel bahwa bantuan sosial (bansos) yang diberikan hanya untuk 200 orang. Adapun dana yang diutamakan adalah ojek online, pedagang kecil dan progam keluarga harapan (PKH). Pria yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan, dirinya dan tenaga honorer lainnya juga terkena dampak ekonomi dari pandemi virus corona.

"Walau termasuk dari tiga syarat yang menerima itu, tapi kami para tenaga honorer di Tangsel juga terkena dampaknya dari corona ini. Terlebih gaji kami dibawah upah minimum provinsi (UMP). Kami meminta kebijakan pemerintah untuk memperhatikan nasib kami juga," ujar dia kepada Beritasatu.com, di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/4/2020).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengajar di sekolah negeri Tangsel ini mengatakan, hingga saat ini dirinya dan teman-teman masih mendapat gaji bulan namun rentan karena pandemi corona. Akibat wabah virus ini, Dispora Banten mengikuti imbauan pemerintah pusat untuk menghentikan sementara segala jenis kegiatan lomba seni dan olahraga.

Baca: Pemkot Depok Jamin Gaji Guru Honorer Tetap Dibayarkan

"Padahal, kami mendapat pemasukan tambahan dari acara-acara lomba tersebut. Namun, sekarang sepi sejak ada wabah corona. Adanya acara, lumayan buat bikin dapur ngebul," curhat dia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemsos) terus berupaya agar kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi dapat tetap bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19. Termasuk lewat penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos).

Berbagai bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako bahkan telah ditambah tidak saja cakupannya, tapi juga jumlah bantuan. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan bantuan paket sembako, misalnya untuk THL di DKI dan masyarakat Bodetabek.

Baca Juga: PGRI Dukung 50% Dana BOS untuk Honorer

Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara menyatakan, pihaknya telah menyiapkan skema bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga yang tidak termasuk dalam penerima bantuan khusus yang jumlahnya sekitar 7,5 juta jiwa.

"Usulan kami di ratas dan juga disetujui oleh beliau (Presiden Joko Widodo), di luar itu semua, di luar program sembako dan PKH yang diperluas, masih ada sekitar 7,5 juta warga yang tidak mendapat apa-apa. Mohon dukungan Komisi VIII," kata dia, dalam raker virtual dengan Komisi VIII, Selasa (7/4/2020).

Menurut Juliari, besaran bantuan yang akan diberikan yakni Rp 600.000 setiap bulan. Bantuan akan diberikan selama tiga bulan. "Akan kami berikan BLT dalam bentuk uang tunai. Nilainya Rp 600.000 per keluarga per bulan selama 3 bulan. Kebutuhan anggarannya kurang lebih Rp 13,43 triliun," ungkap Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com