Bansos Covid-19 Bukan Hanya untuk Warga Miskin Jakarta

Bansos Covid-19 Bukan Hanya untuk Warga Miskin Jakarta
Gubernur DKI, Anies Baswedan menemui ratusan warga yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Serikat Becak Jakarta (Sebaja) melakukan aksi demonstrasi di gedung Balai Kota DKI, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Hotman Siregar / ALD Kamis, 9 April 2020 | 13:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada 3,7 juta warga miskin dan rentan miskin, yakni mereka yang terdampak penyebaran Covid-19. Dari jumlah itu bansos bagi 1,1 juta warga Jakarta dibiayai oleh APBD DKI Jakarta.

Selain bagi warga DKI, bansos juga diberikan kepada wargamiskin  yang bukan penduduk DKI Jakarta, yang jumlanya diperkirakan 2,6 juta orang. Dana untuk mereka disiapkan APBN.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin DKI Jakarta pada September 2019 adalah 3,42% atau sebanyak 362.300 orang. Angka itu diklaim adalah yang terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Namun, saat Covid-19 merebak, jumlah warga miskin dan hampir miskin di Jakarta melonjak mencapai 3,7 juta orang. Jumlah itu meningkat lebih dari 1.000% dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Merry Hotma Sirait mengatakan, pihaknya sudah meminta data penerima bantuan Covid-19 ke Dinas Sosial. Dinas Sosial, kata Merry Hotma, menyampaikan bahwa penerima dana bansos akibat Covid-19 bukan hanya warga miskim Ibu Kota.

"Jadi data warga miskin yang akan menerima bansos akibat Covid-19 ini tidak berhubungan dengan jumlah orang miskin. Setidaknya itu penjelasan Kepala Dinas Sosial (Irmansyah) ketika saya konfirmasi tadi malam," tutur Merry Hotma ketika dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Hingga saat ini, kata Merry, Dewan belum menerima data terkait jumlah 1,1 juta warga Jakarta yang akan mendapat konpensasi Covid-19. Hal yang sama juga terhadap 2,6 juta warga yang dana kompensasinya dibiayai oleh pemerintah pusat.

"Yang saya tangkap penjelasan Kadis Sosial DKI bahwa konpensasi tidak hanya bagi warga miskin tetapi warga yang terdampak virus corona ini. Misalnya, pekerja yang di PHK, pekerja harian yang tidak lagi bisa bekerja karena korona ini. Kriterianya kira-kira seperti itu," katanya.

Terkait dengan besarnya konpensasi, Merry mengatakan, sejauh ini hanya Rp 600.000 per kepala keluarga miskin. "Tapi nanti biar Pemprov memastikannya," katanya.

Kadis Sosial Pemprov DKI Irmansyah enggan membeberkan pemberian konpensasi bantuan akibat Covid-19 itu. Telepon dan pesan yang dikirimkan ke ponselnya juga tidak dijawab. Belakangan ini, sudah menjadi kebiasaan para pejabat di Pemprov DKI enggan memberikan penjelasan ke wartawan. Semua penjelasan satu arah yang dikoordinir oleh pejabat di Balaikota DKI.

Gubernur Anies Baswedan saat konferensi pers, Jakarta, Selasa (7/4/2020) lalu, menyatakan, akan segera mendistribusikan bansos kepada 3,7 juta warga miskin dan rentan miskin terdampak Covid-19.

"Kami bersama dengan jajaran TNI dan Kepolisian, Insya Allah mulai Kamis ( 9/4) yang akan datang memfasilitasi distribusi sembako kepada masyarakat di kawasan padat, masyarakat miskin dan rentan miskin," kata Anies.

Dari 3,7 juta warga yang mendapatkan bansos itu ialah 1,1 juta warga akan dibiayai lewat APBD DKI. Warga DKI itu selama ini penerima bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan KJP Plus.

Sementara 2,6 juta warga akan menjadi tanggungan Kementerian Sosial melalui skema bantuan sosial khusus. "Pemprov bersama dengan pemerintah pusat akan menyiapkan bantuan sosial kepada warga miskin dan rentan yang terdampak atas pelaksanaan PSBB ini dan terdampak atas kondisi perekonomian yang turun akibat wabah Covid-19," jelas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com