PSBB, BMKG: Kualitas Udara Jakarta Membaik

PSBB, BMKG: Kualitas Udara Jakarta Membaik
Sejumlah kendaraan bermotor ramai lancar melintasi Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Senin, 13 April 2020 (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
/ YUD Senin, 13 April 2020 | 20:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menyusul penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan kualitas bahwa udara di Ibu Kota membaik. Seperti diketahui PSBB diterapkan guna membatasi mobilitas masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Dari mulai awal WFH (Work from Home), sekitar tanggal 17 Maret, memang secara berangsur ada perubahan," kata Kepala Bidang Informasi Kualitas Udara BMKG Rahmattulloh Adji, SP di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Ia mengatakan kualitas udara di Jakarta berangsur membaik sejak ada seruan bagi pelajar untuk belajar dari rumah, demikian juga anjuran bagi pekerja untuk bekerja dan beraktivitas dari rumah.

Baca juga: Pemkab Tangerang Siapkan Rp 250 M untuk PSBB Covid-19

Selanjutnya, kualitas udara ibu kota menjadi semakin baik setelah kebijakan PSBB diberlakukan guna membatasi penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.

Rata-rata kualitas udara Jakarta saat ini tercatat sekitar 40 ug/m³ atau dalam kondisi baik dibandingkan dengan kualitas udara yang tercatat sebelum adanya penerapan PSBB.

Baca juga: PSBB, Transjakarta Operasikan Layanan Khusus untuk Tenaga Medis Covid-19

"Jadi, sebenarnya sudah ada pengurangan tapi tidak secara drastis, karena kita tahu salah satu sumber pencemar yang besar di kota-kota besar adalah aktivitas manusia, transportasi terutama penyumbang terbesar," katanya.

Namun, sejak adanya PSBB, jalanan sudah terlihat sepi, aktivitas manusia juga sudah berkurang dan dari pengamatan yang dilakukan setiap 10 hari sejak Maret, kualitas udara di Jakarta telah mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Baca juga: PSBB di Depok Berlaku Mulai Rabu

"Sejak WFH memang sudah ada perubahan, cuma belum signifikan, mulai April baru kelihatan karena PSBB sudah mulai ketat. Jadi, kalau kita lihat dari PSBB, aktivitas masyarakat di luaran juga sudah mulai dibatasi. Nah, ini tentunya berdampak," katanya lebih lanjut.

Dia berharap masyarakat dapat mematuhi kebijakan PSBB dengan menjaga jarak dan membatasi aktivitas di luar rumah, karena selain dapat membatasi penyebaran virus, PSBB juga berdampak baik terhadap peningkatan kualitas udara.

"Harapannya dengan mematuhi imbauan, arahan dari pemerintah, itu akan ada nilai positif yang akan bisa kita ambil. Mungkin masyarakat resah karena tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, tapi setidaknya kita akan menikmati kualitas udara yang baik. Dan mudah-mudahan wabah ini bisa segera berakhir," katanya.



Sumber: ANTARA