KRL Masih Beroperasi, Pemkot Bogor Ragu Penyebaran Covid-19 Bisa Ditekan

KRL Masih Beroperasi, Pemkot Bogor Ragu Penyebaran Covid-19 Bisa Ditekan
Sejumlah penumpang berada di dalam peron kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa, 14 April 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Vento Saudale / IDS Jumat, 17 April 2020 | 21:25 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyangsikan penyebaran Covid-19 bisa ditekan apabila operasional kereta rel listrik (KRL) Commuterline masih berjalan.

Hal itu dikatakan Dedie merespons Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang memutuskan untuk terus mengoperasikan KRL dengan syarat membatasi jumlah penumpang dan jam operasional pada masa pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dedie menilai, keinginan daerah Bodebek untuk menghentikan operasional KRL bukan tanpa alasan. Sebab setiap harinya, masih ada sekitar 100.000 lebih warga yang menggunakan KRL dan berdampak pada penumpukan penumpang.

“Tadinya kan kita mau memutus rantai atau bersepakat bila Jabodetabek ini bukan teritori administrasi, tetapi ini sudah jadi satu kesatuan. Jadi kita harus jaga satu dengan yang lain, jangan sampai target kita menurunkan positif Covid-19 sia-sia,” papar Dedie, Jumat (17/4/2020) malam.

Di sisi lain, pemda juga tidak bisa melakukan pengawasan lebih. Sebab, bagaimana pun bila orang yang pergi ke Jakarta atau sebaliknya tidak juga dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan atau ODP.

“Pertama kita harus sinkronkan antara maksud penerapan PSBB dan target yang harus dicapai. Target utamanya adalah menurunnya penyebaran Covid-19. Kira-kira dengan kita mengeluarkan kebijakan untuk melarang pemakaian tempat ibadah dan melarang orang berada dalam gerbong kereta karena risiko tertular sama tidak?” tambah Dedie.

Terkait keputusan KRL, Kementerian Perhubungan memutuskan mengurangi frekuensi dan berjanji akan memastikan physical distancing di dalam kereta.

“Kita lihat saja nanti. Yang penting untuk kota Bogor tidak ada penambahan Covid-19 positif dari interaksi warga dalam perjalanan Bogor-Jakarta atau sebaliknya,” tandas Dedie.



Sumber: BeritaSatu.com