Tidak Patuh PSBB, Polisi Tegur 193 Pengendara di Kota Bogor

Tidak Patuh PSBB, Polisi Tegur 193 Pengendara di Kota Bogor
Seorang petugas nampak menyetop pengendara yang tidak menggunakan masker di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, Jumat, 17 April 2020. (Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale)
Vento Saudale / CAH Jumat, 17 April 2020 | 22:31 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com - Sebanyak 193 surat teguran sudah dikeluarkan Polresta Bogor Kota terhadap para pengendara yang melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor. Humas Polresta Bogor Kota Ipda Desty Irianti mengatakan jumlah tersebut terhitung selama dua hari sejak penerapan PSBB pada 15-16 April 2020.

"193 surat teguran PSBB untuk dua hari kemarin," kata Desty, Jumat (17/4/2020).

Desty menambahkan, pelanggaran paling banyak dilakukan adalah tidak menggunakan masker oleh pemotor. Kemudian, disusul pelanggaran pemotor berboncengan bukan satu alamat identitas.

"Rata-rata belum menggunakan masker, boncengan tidak satu KTP dan tidak jaga jarak di dalam mobil pribadi dan angkutan umum," jelasnya.

Surat teguran tersebut, lanjut Desty, sementara ini hanya untuk sosialisasi penerapan PSBB dan belum ada tindak lanjut proses hukum atau sanksi lanjutan bagi para pengendara yang melanggar aturan.

"Hanya surat teguran saja, sementara ini belum ada tindak lanjut penilangan atau sanksi," tutup Desty.

Sementara itu, pantauan hari ketiga penerapan PSBB di Kota Bogor, kondisi arus lalu lintas hingga pukul 15.00 WIB terpantau ramai.

Seperti di Simpang Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), arus kendaraan dari arah Ciluar dan Yasmin menuju Jalan Raya Padjajaran terpantau ramai mayoritas oleh kendaraan mobil pribadi dan motor. Kemudian, di Simpang Warung Jambu arus lalu lintas kendaraan pun juga tergolong ramai. Kondisi ini sedikit berbeda dibandingkan pada hari kedua PSBB kemarin yang tergolong cukup lengang.

Sesuai ketentuan, para pengendara harus melakukan pengecekan suhu badan dan harus dibatas normal 36-37 derajat selsius dan wajib menggunakan masker mulut. Tambahan lainnya, bagi sepeda motor harus menggunakan sarung tangan, tidak mengangkut penumpang bagi ojol dan berboncengan dengan satu alamat.

Untuk kendaraan roda empat, wajib mengurangi 50 persen muatan dan untuk kendaraan pengangkut barang dan angkot wajib mematuhi batas waktu operasional.



Sumber: BeritaSatu.com