Kemkes Minta DKI Perpanjang PSBB Hanya 14 Hari

Kemkes Minta DKI Perpanjang PSBB Hanya 14 Hari
Achmad Yurianto. (Foto: Antara)
Asni Ovier / AO Jumat, 24 April 2020 | 11:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk memperpanjangan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Ibu Kota selama 28 hari. Namun, keputusan Gubernur Anies itu rupanya belum mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Kesehatan (Kemkes).

Kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (24/4/2020), Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Ahmad Yurianto secara tersirat mengungkapkan bahwa pihaknya belum memberi persetujuan jika PSBB DKI Jakarta diperpanjang selama 28 hari.

"Sudah dikomunikasikan bersama DKI agar perpanjangan setiap 14 hari," ujar Achmad Yurianto yang juga menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 itu.

Pada Rabu (22/4), Gubernur Anies Baswedan mengatakan, dirinya telah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan PSBB di Jakarta selama 28 hari, yakni dari 24 April hingga 22 Mei. PSBB tahap pertama DKI telah berakhir kemarin, Kamis (23/4/2020).

Anies mengatakan, alasan pertama PSBB diperpanjang selama 28 hari karena berdasarkan data jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta terus masih bertambah. Padahal, tujuan dari PSBB adalah mencegah penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta. Menurut dia, waktu 14 hari PSBB belum efektif meredam laju penambahan kasus Covid-19 di Jakarta sehingga perlu diperpanjang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (23/4/2020), total kasus Covid-19 di Jakarta saat ini sebanyak 3.517 atau bertambah 133 kasus dibandingkan hari sebelumya. Sementara, pasien yang sembuh sebanyak 326 orang atau tambah 4 orang dan tidak ada penambahan kasus kematian, sehingga tetap 301 orang yang meninggal dunia.

“Data yang kami miliki menunjukkan bahwa pergerakan kasus positif Covid-19 masih terus bertambah. Kecepatannya relatif tetap dan memang di berbagai belahan dunia pula yang mengalami masalah yang sama. Semua membutuhkan waktu untuk ini bisa selesai,” ujar Anies.

Selain itu, kata Anies, masih banyak warga dan perusahaan yang tidak disiplin dalam menjalankan aturan-aturan PSBB. Warga masih banyak yang berkerumunan dan perusahaan yang tidak termasuk 11 sektor usaha yang dikecualikan, juga masih banyak yang beroperasi.

Karena itu, menurut Anies, PSBB diperpanjang lagi dengan fokus pada penegakan hukum agar efektif mencegah penyebaran Covid-19. “Fase imbauan, fase edukasi sudah selesai. Sekarang adalah fase penegakan. Karena itu, di hari-hari ke depan, semua yang melanggar tidak akan diberi peringatan lagi, tetapi akan langsung ditindak (diberikan sanksi),” tegas dia.



Sumber: BeritaSatu.com