Hari Ke-6 Larangan Mudik, 336 Kendaraan Diperintahkan Putar Balik

Hari Ke-6 Larangan Mudik, 336 Kendaraan Diperintahkan Putar Balik
Pelaksanaan PSBB Tangerang Raya di Jalan HOS Cokroaminoto, Tangerang, Banten, Sabtu (18/4/2020) (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Laurens Dami / CAH Kamis, 30 April 2020 | 17:05 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Pada hari ke-6 pelaksanaan larangan mudik dan Operasi Ketupat Kalimaya 2020 di wilayah hukum Polresta Tangerang Polda Banten, tercatat sebanyak 336 unit kendaraan mudik telah diperintahkan putar balik. Adapun rincian dari 336 unit kendaraan mudik yang diminta putar balik tersebut antara lain untuk bus umum sebanyak 75 unit, mini bus umum 30 unit, mobil pribadi 98 unit dan sepeda motor 133 unit

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Ade menjelaskan upaya yang dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah atas larangan tidak mudik di masa pandemi Covid-19.

Baca JugaTangerang Raya Sepakat Perpanjang Pemberlakuan PSBB

"Kami akan terus mengedukasi kepada masyarakat tentang anjuran pemerintah yang melarang mudik. Diharapkan masyarakat tidak nekat mudik. Dipastikan pemudik akan diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak kami dari kepolisian dan petugas gabungan lainnya di lokasi check poin," tegas Ade, Kamis (30/4/2020).

Di tempat berbeda, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan Operasi Ketupat Kalimaya 2020 merupakan operasi kemanusiaan yang lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif sebagai upaya Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait adanya larangan mudik serta pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga8 Hari PSBB, Polda Banten Keluarkan 3.569 Teguran Simpatik

"Operasi Ketupat Kalimaya 2020 di tahun ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena lebih awal dilaksanakan dan lebih spesifik berdasarkan sasaran operasi di tengah kondisi pandemi Covid-19," ujar Edy Sumardi.

Edy Sumardi berharap, seluruh elemen masyarakat dapat bekerjasama dalam mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan mudik. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan warga dan keluarga di kampung halaman.

"Mari sayangi keluarga anda, jangan bawa potensi virus ke kampung halaman dan lebih baik untuk tetap di rumah," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com