PAD Anjlok Akibat Covid-19, Tunjangan PNS DKI Dipotong Mulai Mei 2020

PAD Anjlok Akibat Covid-19, Tunjangan PNS DKI Dipotong Mulai Mei 2020
Ilustrasi aparatur sipil negara. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 6 Mei 2020 | 15:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tunjangan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta bakal dipotong karena imbas pandemi Covid-19. Tunjangan akan dipotong 50 persen.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Chaidir membenarkan hal itu. Pemangkasan tunjangan dilakukan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta ikut anjlok dihantam pandemi.

"Penyesuaian terhadap perbaikan penghasilan setinggi-tingginya 50 persen," kata Chaidir, Rabu (6/5/2020).

Chaidir mengaku, dengan adanya pemangkasan tunjangan para PNS maka konstruksi PAD DKI Jakarta yang merosot ini bisa segera diperbaiki. Pada Mei 2020, tunjangan PNS DKI sudah mulai dipangkas hingga PAD DKI kembali pulih.

"Tunjangan perbaikan penghasilan semua pegawai berpengaruh sama pendapatan daerah berkaitan dengan kasus Covid-19. Kebijakan berlaku mulai April jadi tunjangan yang diterima PNS akan berkurang pada bulan Mei 2020," katanya.

Chaidir mengaku pihaknya hanya memangkas tunjangan PNS semua golongan. Sedangkan untuk gaji pokok tidak ada perubahan.

"Kalau tunjangan itu ya kaitan dengan insentif seluruh pegawai," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah mengkonfirmasi penurun PAD DKI pada tahun ini. Penurunan pendapatan ini imbas pandemi corona yang membuat sejumlah sektor penyumbang pajak dan penggerak roda perekonomian Ibu Kota tak bisa beroperasi sewajarnya.

Pendapatan utama Jakarta lanjut Anies, adalah dari pajak di berbagai tempat usaha yang bergerak di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sejak corona mewabah di Jakarta berbagai sektor usaha mulai tak beroperasi normal. Ketika kegiatan perekonomian turun maka pajak yang dibayarkan juga ikut turun.

"Ketika pajak yang dibayarkan turun maka pendapatan Pemprov DKI juga turun," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com