Pemkot Bogor Berikan Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil, Balita, dan Lansia

Pemkot Bogor Berikan Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil, Balita, dan Lansia
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Antara)
Vento Saudale / JAS Kamis, 7 Mei 2020 | 14:18 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil, balita, dan lansia serta insentif bagi tenaga kesehatan yang berjuang di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebutkan, pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil, balita, dan lansia berupa susu formula untuk ibu hamil kurang energi kronis (bumil KEK) sebanyak 3.804 dus pada 317 bumil KEK.

Kemudian, susu formula untuk balita gizi buruk umur kurang dari 1 tahun sebanyak 480 sachet kepada 8 balita dan susu formula untuk balita gizi buruk umur lebih dari 1 tahun sebanyak 666 kaleng kepada 74 balita.

Sementara, Lansia di atas 60 tahun pada keluarga miskin yang aktif ke posbindu lansia akan diberikan makanan tambahan berupa susu formula (berbentuk bubuk) sebanyak 2.400 dus kepada 200 lansia.

"Ini adalah program dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan. Saya mengalokasikan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini dari realokasi anggaran Dinkes untuk bulan Mei-Juni sebesar Rp 367.029.900," kata Retno dalam keterangannya, Kamis (7/4/2020).

Menurutnya, bantuan ini akan terus diberikan mengingat banyak warga golongan lemah banyak yang terdampak Covid-19.

"Kalau kita tidak perhatikan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, bayi bisa berisiko stunting. Sementara ini baru untuk 2 bulan ke depan," jelasnya.

Selain itu, untuk pemberian insentif bagi tenaga kesehatan di Puskesmas bulan Mei - Juni pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 691.000.000, di antaranya untuk dokter, bidan, perawat, surveilans, dan analis laboratorium.

"Pemberian insentif ini anggarannya berasal BTT APBD Kota Bogor. Besaran insentif ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," jelasnya.

Rencananya, Kementerian Kesehatan (Kemkes) pun akan memberikan insentif bagi tenaga kesehatan.

"Kami baru saja mendapatkan sosialisasi mengenai insentif untuk tenaga kesehatan dan memang tidak boleh ada penerima double. Mei dan Juni kita akan gunakan mekanisme dari pusat berdasarkan aturan. Itu pun harus dipilih yang terlibat langsung Covid-19," kata Kadinkes Retno.

Pada intinya kata dia, Pemkot Bogor akan memperhatikan insentif bagi tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan dan berisiko paling besar terpapar Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com