Perpres 60/2020 Terbit, Jakarta Tetap Pusat Pemerintahan

Perpres 60/2020 Terbit, Jakarta Tetap Pusat Pemerintahan
Kota Jakarta. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / AB Kamis, 7 Mei 2020 | 16:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Ruang Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur. Dalam perpres ini, Jakarta dijadikan sebagai perkotaan inti, sehingga kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) harus mendukung kegiatan perkotaan inti. Di samping itu, Perpres 60/2020 juga menyatakan DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional.

Berdasarkan aturan ini, kawasan perkotaan inti adalah kawasan perkotaan yang merupakan bagian dari kawasan metropolitan dengan fungsi sebagai pusat kegiatan utama dan pendorong pengembangan kawasan perkotaan di sekitarnya.

Dalam Pasal 2, disebutkan kawasan perkotaan inti adalah wilayah Provinsi DKI Jakarta, sedangkan yang termasuk kawasan perkotaan adalah Bodetabek, Puncak, dan Cianjur.

Kemudian pada Pasal 9, strategi pengembangan dan pemantapan sistem kota secara hierarki dan terintegrasi dalam bentuk kawasan perkotaan inti dan kawasan perkotaan dengan mengembangkan DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional, pusat perekonomian, dan jasa skala internasional, nasional dan regional, serta mendorong perkotaan sekitarnya yang berada di kawasan perkotaan Bodetabek-Punjur untuk mendukung kegiatan perkotaan inti.

Untuk mendukung keterpaduan antara kota inti dengan kota sekitarnya harus disediakan infrastruktur yang terintegrasi dan pengembangan kawasan sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan.

Untuk mendukung Jakarta sebagai pusat kegiatan internasional, kota dikembangkan secara luas, seperti pembangunan LRT di kawasan penyangga Jakarta, pembangunan tol Cikampek II (Jatiasih-Purwakarta) dan perluasan kawasan Industri di sepanjang Pantai Bekasi.

Pada Pasal 10 disebutkan strategi pengendalian perkembangan Jakarta sebagai kawasan perkotaan inti dilakukan dengan membatasi penjalaran pertumbuhan ke kewasan sekitarnya, maka akan dikembangkan konsep kota kompak (compact city), meningkatkan pembangunan perumahan vertikal, serta menyebarkan beberapa fungsi dan peran lain ke kawasan perkotaan sekitarnya sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Sedangkan strategi pengembangan sistem prasarana untuk meningkatkan keterkaitan antara Jakarta sebagai kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan sekitarnya, disusun struktur ruang yang efektif dan efisien, mengembangkan jaringan jalan bebas hambatan serta memantapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas.

Selain itu, mengembangkan keterpaduan sistem transportasi perkotaan melalui konsep pengembangan kawasan berorientasi transit (transit oriented develompent/TOD), serta mengembangkan keterpaduan jaringan transportasi laut, darat, dan udara.

Berbagai strategi pengembangan lainnya antara kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya diatur dalam Pasal 12-18, mulai dari strategi pengembangan ekonomi, ruang terbuka hijau (RTH), hingga penanganan banjir bersama.



Sumber: BeritaSatu.com