Bansos Sembako untuk DKI dan Bodetabek Dibagi Enam Tahap Penyaluran

Bansos Sembako untuk DKI dan Bodetabek Dibagi Enam Tahap Penyaluran
Mensos Juliari Batubara memberikan bansos sembako secara simbolis ke KPM di Kantor Pos Jati Rawamangun, Jakarta, Jumat (24/4/2020). (Foto: Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 8 Mei 2020 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan program jaring pengaman sosial yang berbentuk bantuan sosial (bansos) nonreguler atau khusus untuk warga yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 akan dibagi dalam enam tahap penyaluran.

Dijelaskannya, untuk bansos yang nonreguler ini dibagi menjadi dua bagian, yakni pertama bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek dan luar Jabodetabek.

“Bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek itu adalah kawasan DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan sebagian Kabupaten Bogor, tidak seluruh Kota Bogor dengan target 1,3 juta KK untuk Jakarta dan 600.000 KK untuk Bodetabek,” kata Juliari Batubara saat konferensi pers yang dilaksanakan secara live streaming di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Bansos sembako untuk warga di Jabodetabek ini akan diberikan selama tiga bulan dengan nilai manfaat sebesar Rp 600.000 per bulan per keluarga. Untuk penyaluran bansos sembako tersebut akan dibagi menjadi enap tahap penyaluran, masing-masing setiap bulannya ada dua kali pendistribusian bansos sembako senilai Rp 300.000 per paket sembako.

“Jadi selama tiga bulan dengan nilai satu bulan per keluarga penerima manfaat adalah Rp 600 ribu dengan penyalurannya adalah dua minggu sekali. Setiap penyaluran itu nilainya Rp 300 ribu per paketnya. Jadi Rp 300 ribu, kemudian dapat laggi Rp 300 ribu sehingga totalnya ada Rp 600 ribu dalam sebulan, dikali tiga bulan,” jelas Juliari Batubara.

Untuk tahap pertama, lanjut Juliari Batubara, pihaknya sudah menyelesaikan pemberian bansos sembako bagi warga Jakarta. Sedangkan untuk warga Bodetabek, pemberian bansos sembako akan dimulai hari ini, Jumat (8/5/2020).

“Tahap pertama, kita sudah selesaikan beberapa hari yang lalu untuk Jakarta, sudah selesai semua. Dan hari ini, kita mulai untuk Bodetabek untuk 600.000 KK dengan mekanisme yang sama pula, yaitu dua kali penyaluran per bulan dan indeks Rp 600.000 per bulan,” terang Juliari Batubara.

Enam kali penyaluran bansos sembako bagi warga Jabodetabek, menurut Juliari Batubara, dilakukan atas arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari enam penyaluran ini, Presiden Jokowi meminta empat penyaluran bansos dalam bentuk paket sembako dan dua kali penyalran dalam bentuk beras.

“Yang beas ini dilakukan oleh Bulog. Sehingga nanti ada empat tahap engan sembako dan dua tahap dengan Bulog,” ujarnya.

Saat ini, penyaluran bansos berbentuk beras oleh Bulog sudah mulai dilakukan di DKI Jakarta, karena tahap pertama sudah disalurkan bansos dalam bentuk paket sembako.

“Saat ini, DKI baru masuk untuk bansos berbentuk beras, kemarin dengan sembako, sekarang dengan beras Bulog. Kementerian Sosial dengan Bulog sudah menyepakati bagaimana pembagian tahapannya. Sehingga nanti bisa total enam tahapan penyaluran,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com