Sempat Landai, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kembali Naik

Sempat Landai, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kembali Naik
Ilustrasi deteksi virus korona. (Foto: Antara)
Mikael Niman / YUD Jumat, 8 Mei 2020 | 17:38 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendata ada peningkatan kasus terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) dalam beberapa hari terakhir ini. Setelah sebelumnya, dinyatakan terjadi pelambatan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Berdasarkan, informasi yang dihimpun peningkatan terjadi terhadap para buruh yang bekerja di kawasan industri Kabupaten Bekasi. Sekitar lima orang buruh dari dua perusahaan yang dinyatakan positif Covid-19. Tentu, angka ini akan semakin berpeluang terjadi peningkatan kasus seiring dengan pelacakan yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Kemsos Baru Dapatkan Data 7,8 Juta Penerima BLT Covid-19

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, tengah melakukan upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan melakukan pelacakan ke keluarga para buruh.

“Kami masih melakukan pelacakan terhadap keluarga pasien, dan di lingkungan kerja mereka,” ujar Alamsyah, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: Update Covid-19: Kasus Positif 13.112, Sembuh 2.494, Meninggal 943

Dia menjelaskan, meski perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan saat para buruh bekerja namun penularan masih terjadi sehingga dilakukan penghentian operasi perusahaan selama 14 hari ke depan. “Kami pun melacak tempat tinggal pasien dan interaksi dengan pasien secara langsung,” tuturnya.

Saat ini, kelimanya yang dinyatakan positif Covid-19 sedang menjalani perawatan medis.

Baca juga: PSBB III DKI Diharapkan Mampu Akhiri Covid-19

Berdasarkan laman pikokabsi.bekasikab.go.id pada Jumat (8/5/2020) terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 113 orang, setelah sebelumnya terdata pada Kamis (7/5/2020) sebanyak 107 pasien dan Rabu (6/5) sebanyak 99 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 49 pasien di antaranya dinyatakan sembuh, 10 orang meninggal, 20 dirawat di rumah sakit dan 34 melakukan isolasi mandiri, per Jumat (8/5) pagi.

Sedangkan, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.885 orang (2.451 selesai pemantauan, 434 orang dalam pemantauan) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 818 orang (719 selesai pengawasan dan 99 orang dalam pengawasan).



Sumber: BeritaSatu.com